Keluhan dan keluhan
“Pa! Atap dapur bocor.”
“Pa! uang belanja
tinggal dua puluh ribu."
“Papa, Aldi belum bayar
uang SPP.”
“Papa, susu Balqis
sedikit lagi habis.”
“Pa. Pa.Pa….”
Kepalaku pusing, begitu berat beban ini. Menjadi kepala rumah
tangga aku semua harus mengurus uang dan lain-lain. Suara-suara keluhan istri
tidak bisa menenangkan tidur ini. Lebih baik di masjid dekat rumah, ikutan I’tikaf
dengan para jamaah.
“Ya Allah.. nyamannya
di rumah-Mu. Hati ini tenang.” Sambil menggenggam tasbih di tangan.
Kriing…kring..kriing..
Astagfirullah… hapeku
lupa terbawa di dalam saku celana. Istriku menelpon.
“Assalamu’alaikum, ya
halo, Ma?”
“Papa lagi dimana?
Segera pulang, Balqis sakit, badannya panas.”
“Iya, Papa segera
pulang," ujarku. Mau tidak mau, aku
harus menuruti istri. Ya Allah.. ampunilah
hamba-Mu yang selalu mengeluh ini.
Begitulah kepala rumah
tangga. Sudah jadi tanggung jawabku terpatri di hati. Istri dan anak-anak.
Kulangkahkan kaki keluar masjid pulang ke rumah. Semoga Balqisku segera sembuh.
(By:Rosi.Ochiemuh)
Komentar
Posting Komentar