Fakir juga manusia
Malam ini bapak mengajak jalan-jalan selepas salat tarawih dengan mobilnya. Kami berangkat bertiga. Sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Mobil bapak lalu berhenti di pinggir parkiran pertokoan yang sudah tutup. Kami keluar bersama.
“Kamu lihat, ada
beberapa orang di kota ini yang tidak beruntung hidupnya.” Bapak menjelaskan
sambil memandangi beberapa gelandangan yang sedang tidur di emperan toko yang
berjejer. Malam itu begitu sepi.
“Kenapa dengan mereka?” tanyaku.
“Karena mereka tidak
punya tempat tinggal, pekerjaan. Banyak yang tidak mau menerima mereka bekerja
yang layak," jawab bapak.
“Kasihan ya," ujarku
“Bersyukurlah dengan
keadaan kita,” gumam Ibu.
Ya Allah, ampunilah
dosa-dosa kami atas ketidakperdulian kami pada hamba-hamba-Mu yang fakir.
Gumamku dalam hati, rasa kasihan melihat
mereka begitu nyenyak tidur di emperan toko.
“Besok kita kemari
lagi.” Tiba-tiba bapak berkata.
“Untuk apa Pak?”
tanyaku bingung.
“Kita akan berikan hadiah
buat mereka dengan diam-diam.” Surprice Bapak Aku bahagia mendengar kejutan ucapan dari bapak. Semoga dapat memberikan senyum dihati mereka.
(By: Rosi.Ochiemuh.FBI)
(By: Rosi.Ochiemuh.FBI)
Komentar
Posting Komentar