Langsung ke konten utama

Fiksimini: Ngabuburit yang Pudar



Ngabuburit yang Pudar


Oleh:Rosi.Ochiemuh

Pemandangan sungai Musi, indahnya. Aku dan Ely ngabuburit bareng di bawah jembatan Ampera menikmati pemandangan sungai Musi di Benteng Kuto Besak ini. Kilauan airnya dari pantulan sinar matahari sore, angin sepoi-sepoi semilir menambah suasana indah. Beberapa lapak kafe berjejer menjual berbagai makanan khas Palembang. Hmmm aroma makanan begitu meruak ramai di hidungku.

Ely dan aku memilih tempat makan dekat dengan sungai, riak airnya menambah pemandangan indah di mata. Sambil menunggu pesanan dan menunggu adzan magrib datang. Tiba-tiba, ada cowok-cowok berwajah Arabian menghampiri, duduk di bangku sebelah kami. Dan….

“Rosi bangun! Udah mau maghrib, ini sudah jam enam!” Tiba-tiba teriakan di telingaku begitu keras. Mataku terbelalak melihat pemandangan di sekelilingku.

“Kok kita di rumah Ely?” tanyaku bingung.

“Kita masih di kontrakan! Bangun, tiga menit lagi mau buka. Mimpi lu ya?”

Aku melamun sendiri, bengong. Aku dan Yuk Ely masih di Bekasi bukan di Palembang.

Oh…ternyata mimpi.

Komentar