Langsung ke konten utama

Hanya Karena Tema



Menulislah dengan hati, kata para teman-temanku yang senang menulis dari Fb. Membaca sebuah lomba membuat tulisan, terkadang terkendala oleh tema. Saat sebuah event menulis yang di adakan para penerbit dan grup-grup tentang menulis, pastinya mereka berhak menentukan event. Tema menjadi pokok utama dalam menulis. Juga feature seperti kata senior saya, mas Agung Pribadidua dalam sebuah tulisan di-artikelnya. Dan menurut saya, menulis dengan mendahulukan tema itu malah lebih baik. Lebih tertata rapi ide yang akan dituangkan. Tetapi tidak sedikit yang menjadi kendala, ketika tema yang di usungkan tidak sesuai dengan gaya dan ide kepenulisan kita.

Dalam sebuah lomba menulis, sering juga yang menampilkan kriteria tentang peraturan dan batas-batas menulis. Sehingga membuat setiap penulis pemula seperti saya hanya terfokus pada tema, dan satu bahasan untuk dikembangkan menjadi tulisan. Seperti menghambat ide kreatifitas. Tapi yang menyelenggarakan event atau lomba-lomba tersebut mungkin ingin menguji, dan mengasah sampai dimana kreatifitas menulis dari para penulis.

Beberapa tema dan penentuan untuk bahan menulis itu terkadang memiliki beberapa tingkat kesulitan. Seperti saat kita menyukai sesuatu tema percintaan, persahabatan, tentang wanita, dan yang terjadi dalam event itu harus bertema tentang pejuangan mujahid berupa cerpen. Dengan ketentuan syarat yang telah di ajukan. 

Adalagi saat sebuah lomba menulis itu sangat menantang. Misalkan, kita bisa menulis dan menyukai membuat cerita-cerita pendek, opini sendiri. Lalu tiba-tiba harus membuat artikel dengan tema yang tak biasa. Sedangkan membuat sebuah tulisan artikel saja belum pernah dilakukan. Apakah ada yang salah dengan si panitia penyelenggara? Tidak, karena setiap panitia mengusahakan membuat lomba dengan secermat dan se-efisien mungkin. Cermat maksudnya memberi sebuah kesempatan untuk para penulis yang suka menulis, dengan belajar membuat tulisan yang tak biasa. Yang tidak pernah dilakukan setiap mereka akan menulis. Dengan terus mencari informasi dan menggali ilmu untuk belajar agar bisa menulis sesuatu yang tidak biasa ditulisnya. Mereka yang tertantang mengikuti lomba berusaha mencari dan belajar untuk bisa menulis dalam tantangan tersebut. Bisa membuka potensi yang terpendam loh..

Jika setiap panitia lomba atau event tersebut tidak memberikan tantangan dalam event dan lombanya, pastinya tidak akan memberikan perkembangan terhadap seorang penulis. Maka jangan pernah merasa bahwa saat ada peluang event dan lomba menulis, kita terpentok dengan sebuah tema. Hanya karena sebuah tema yang tidak sesuai dengan pengetahuan dan kriteria menulis yang bukan tipe kita, lantas menyia-nyiakan kesempatan mengikuti lomba atau event. Itu justru mempersempit ruang gerak kita untuk menjadi penulis, dan untuk memperlihatkan kemampuan membuat karya tulis. Impian membuat satu buku sebelum mati akan terus terlaksana seandainya kita terus berkarya, bukan hanya satu buku tetapi bisa menulis dan membuat ratusan buku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

#GA_SAUJANA_HATI

RESENSI BUKU. . OLEH : ROSI OCHIEMUH. Judul Buku : SAUJANA HATI . Penulis : SuEff Idris . Jenis Buku : Novel ( Fiksi ) . Nama Penerbit : LovRinz Publishing . Tahun Terbit : Copyright © 2015, by SuEff Idris. . Tahun Cetak : Cetakan Pertama Februari 2015 . Jumlah Halaman : Viii + 298 Halaman. . Jenis Kertas : Book Paper . ISBN         : 978-602-72035-4-9 . Harga Buku : Rp. 59.000 . .  “Apakah cinta? Cinta barangkali memang bukan untuk dijelaskan, tapi dibiarkan mengalir apa adanya. Seperti dalam novel Saujana Hati, kisah tentang dua orang yang saling mencintai, tapi mereka tak saling mengungkapkan perasaan. Suatu saat ketika keduanya bertemu kembali, semua sudah terlambat.” .  Tokoh-tokoh dalam novel ini terbawa arus takdir yang tidak bisa mereka tolak. Beragam persoalan hidup; penyakit kronis yang diderita tokoh “aku”, cinta segitiga yang melibatkan kakak—adik, terkait pada nilai-nilai agama hingga kematian, diramu dalam bahasa yang c...

CINTA TIDAK SALAH (Eps.2)

Kau tahu bagaimana menjadi dirimu sendiri? Tetapi itu semua masih belum bisa menjadikan dirimu apa adanya. Terkadang cinta terlihat manis dan masa lalu itu menyebalkan. Tapi yang menyebalkan adalah bersembunyi dari kenyataan. Putri Kaca. Kakek jarang mengajak aku bercerita sewaktu kecil dulu. Hanya Nenek yang rajin bertanya tentang sekolahku, temanku dan keadaan bapak, ibu dan adik. Saat bertandang ke rumah mereka, aku selalu kagum pada kecantikan dua kakak sepupu perempuan yang usianya lebih tua empat tahun dariku. Yang satu bernama Mary, dan yang satunya bernama Elis. Mary yang paling sempurna dari kami semua. Tubuhnya tinggi, kulitnya langsat, hidung bangir, matanya bundar hitam, rambutnya lurus berkilau, berlesung dagu dan pipi. Dia termasuk siswi paling pandai di sekolahnya. Elis, wajahnya ayu, manis, hidungnya mancung, kulitnya langsat, berambut gelombang, tubuhnya sintal dan tidak terlalu tinggi seperti Mary. Dia cucu perempuan tertua dari Kakek dan Nenekku dari...

[CERPEN] "MATA-MATA HITAM" : Karya; Rosi Ochiemuh.

( Dimuat di Koran Harian Amanah, Edisi Hari Sabtu, 15-Oktober-2016)  Mata-mata hitam kecil bermunculan dari irisan daging sapi tanpa tulang yang baru akan diirisnya. Yatmo membelalak histeris dengan penampakan itu. Merasa ada yang ganjil dengan daging yang akan diolahnya, segera dia memanggil Keken—istrinya yang sedang menyusui bayi mereka di kamar.             “Bu! Kamu harus lihat. Daging ini aneh, bermata hitam, hidup, banyak sekali!” teriak Yatmo panik.             “Apa sih, Pak? Daging itu biasa saja, nggak ada mata atau apa pun,” jawab Keken memeriksa irisan daging dengan teliti. Yatmo mengucek mata lagi. Namun daging itu masih bermunculan mata-mata kecil. Seperti mata manusia bentuknya namun berukuran kecil, hitam dan berkedip-kedip. Yatmo makin ketakutan lantas pergi meninggalkan dapurnya. Keken terbengong dengan tingkah suaminya.    ...