Lirihan malam
perempuan tua
Perempuan
tua duduk di bawah
Temaram
rembulan,
matanya
melirih basah dalam lamunan,
sepi
di dekapan dingin sedingin hatinya,
ingin
mendekap cinta.
Denting
alunan nyanyian malam
Menyapa
rerumputan, pepohonan
Menari
bersama angin.
Duhai
permata hati kemana
Dirimu
yang dulu jadi dambaan hati?
Mengalir
lagi airmatanya…
Perempuan
tua duduk di bawah
Temaram
rembulan, penuh harap,
Bercampur
semua rasa dalam
Nuansa
hening , sunyi sendiri.
Seperti
berjelaga dengan angin
Tanpa
kata. Diam, membisu, hanya
Mata
yang bicara.
Tiada
henti mengalir titik airmata,
Perempuan
tua di bawah
Temaram
rembulan, Cuma
Berharap……
pulanglah permata hati,
belahan
jiwa ibu.
Terkukung
sepi sambil menunggu.
****
Oleh
: Ochie. RosiJumnasari.
26oktober2013
pukul 21:24.
Salinan
dari kiriman ke KBM ( Komunitas Bisa Menulis ) dari facebook celuler J
Komentar
Posting Komentar