Cerpen ini pernah dimuat di Koran cetak Solopos, dan Solopos.com. Sabtu-Minggu (26-27/8/2023) Pernah dimasukan juga ke dalam buku cetak Kumpulan Cerpen Sesuatu di Kota Kemustahilan. *** Di kepalamu sedang dihujani batu. Sakitnya sampai tidak bisa berkata-kata. Semula kamu tidak percaya bahwa batu itu sedang berjatuhan di kepalamu. Setiap malam kamu merasa batu-batu itu menghujani kepala sampai ambruk, lalu merasakan lagi pelukan hangat ibu yang setia menjaga. Batu-batu itu menghilang sebentar, tapi hujan batu itu datang lagi. **** Malam purnama hari itu tidak terlupakan. Tuhan semakin sayang padamu. Penyakit datang tanpa pandang bulu. Malam pekat itu membuatmu merasakan sesak napas. Batuk memecah sunyi berkali-kali. Tenggorokan seakan dicekik aura malam, sesak yang tidak bisa dijelaskan. Berkali-kali mengelus kandungan, berharap apa yang kamu rasakan tidak mengganggu bayi dalam rahim. Lia terlihat resah, lalu dia mengambil segelas air hangat untukmu. Begitu saja ...
Jika isi kepalamu sedang penuh, maka menulislah. Karena menulis adalah berbicara dengan diam dan pemikiranmu berjalan tertuang.