Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Namanya Arang (Cerpen Rosi Ochiemuh)

Cerpen ini dibuat dengan judul : Arang yang tak diharapkan. Kemudian direvisi dan judulnya saya ganti, lalu dishare diblog pribadi ini. Ang , panggilannya dari kepanjangan namanya—Arang. Entah mengapa kakeknya memberi nama itu. Tanpa nama belakang misalkan nama ayah, kakek atau ibu seperti nama temannya di sekolah. Hanya satu kata itu; Arang. Warna kulit yang bertolak belakang dengan makna namanya. Kulitnya seputih batu pualam, wajah tampan, bermata sipit indah, rambut hitam lebat, dan dua bola matanya kecokelatan. Semua orang berkata bahwa Arang anak laki-laki yang menarik. Kelak, saat dewasa banyak perempuan yang tertarik.  “Untuk apa kamu bertanya terus. Ibumu menitipkan kamu pada kami. Meski begitu akhir hidupnya, Nenek selalu sayang kamu dan ibumu,” ujar neneknya waktu itu saat pemuda itu selalu mendesak dengan pertanyaan. *** Arang, lelaki yang kuat. Bahkan kekuatan fisiknya terpancar sejak usia delapan tahun. Tubuhnya paling bongsor di antara anak-anak lain...

Anak Pengarang (Cerpen Rosi Ochiemuh)

Cerpen ini pernah dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat, Cakrawala-Cerita Muda. Minggu, 10 Desember 2023.  Entah mulai darimana menceritakan ini. Saat itu bapakku    menulis novel dengan membuat satu tokoh bernama Mery. Menulis kisah romantis dibumbui puisi karyanya sampai lupa akan kehidupannya, padaku, juga ibu. Kerap kudapati bapak berbicara sendiri, menyebut nama Mery berkali-kali. “Siapa Mery? Mengapa bapakku menyebut nama itu?” tanyaku saat ibu tidak ada. Bahkan saat di meja makan kami bertiga seperti biasa. Tidak ada yang harus dipermasalahkan dengan kejadian yang kami dengar.  Mery adalah tokoh rekaan. Aku sedang menulis novel percintaan yang berakhir tragis, jawabnya setelah aku bertanya terus. Namun, Ibu diam saja dan dia pun sibuk menulis untuk novel terbarunya. Cinta Terakhir Boy yang kisahnya romantis juga, tapi ibu membuat tokohnya bahagia. Sesuai ciri khas ibu, penulis roman yang piawai mengaduk hati pembaca. Bagiku, bapak dan ibu sama-sama...

Romansa Dungu ( Cerpen Rosi Ochiemuh)

Cerpen ini pernah dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat, Cerita Muda-Cakrawala. Minggu, 25 Juni 2023. Adakah yang masih percaya bahwa di zaman secanggih ini masih ada makhluk paling idealisme. Seorang pemuda bernama Asmawi. Orang ini menurut saya, pemuda yang punya ketidakwarasan soal cinta. Begitu setianya dia pada cinta pertamanya hingga jelang remaja. Cinta itu selalu ada pada gadis bernama Yulia. Wajah Asmawi setengah kegantengannya mirip aktor Fedi Nuril, dan setengahnya lagi mirip komedian Tukul Arwana. Kira-kira seperti itulah membayangkan wajah Asmawi. Namun, saya tidak mau pusing memaparkan rupa Asmawi, karena yang pusing adalah kelakuannya. Sejak kecil Asmawi menyukai Yulia yang anak guru ngaji dan buruh listrik. Ibu dan bapak Yulia sedikit terpandang di perkampungan kami. Mereka berdua sering dijadikan figur teladan yang dikagumi oleh tetangga sekitar karena keaktifan suami-istri itu dalam kegiatan sosial di masyarakat, khususnya lingkungan sekitar kami.  Mun...