Langsung ke konten utama

#Event_Romantis#



Subtema: Cinta Terpendam.


Judul: MENCINTAIMU…


Oleh: Rosi.Ochiemuh.

================================================================

Rasanya perasaan ini tidak bisa ku utarakan dengan kata-kata. Lelaki yang tadinya hanya sekedar teman berbagi cerita, kisah, canda dan tawa. Kini memberikan arti yang terdalam dalam hidupku.

Candamu bagaikan penawar luka yang memberikan semangat untuk membuka cinta kembali, warnai hatiku bagaikan pelangi memberikan ceria. Namanya Muhammad, diambil dari nama Rasulullah.Saw. Memberikan makna yang banyak dan terpuji. Semoga akhlakmu sama seperti nama yang diberikan orangtuamu itu. Gumamku dalam hati.


Pertemuan yang tak terduga denganmu menjadikan sebuah kehangatan silaturahmi. Berbagi kisah yang sama, saat kau dan aku pernah mengalami disakiti oleh cinta yang teramat dalam, rindu yang gila dan putus harapan.

Sayang, senyummu bagaikan gelombang ombak  yang tenang… dan bahasa kalbumu seperti nyanyian menentramkan dalam kejujuranmu.  Aku pernah bilang seperti ini padanya.


“Jangan pernah menjadikan semua putus harapan, saat kau putus cinta.” Gumamku.


“Kenapa?” Tanyamu berkali-kali. Seolah menjadikanmu tak mengerti saat mengingat, dan menceritakan sang mantan yang menyakiti.


“Karena ada seseorang yang akan selalu menerimamu dalam keadaan apapun. Yakni sahabat sejati, karena sahabat sejati tidak akan lari menjauhimu saat kau terpuruk.” Kalimat itu kau dengar lekat-lekat jelas dan seolah kau telah tahu, bahwa ada seseorang yang berarti kembali untukmu.


Hampir lupa aku dengan luka yang kemarin begitu sakit, begitupun pula dengan dirimu. Muhammad, mungkin saat ini engkau mengerti apa arti kebersamaan kita. Senangnya bila lukamu sudah sembuh. Diarymu dan Diaryku menyatu membelai rindu cinta terpendam. Entah kapan cinta itu akan terungkap.

Mencintaimu… Seumur hidupku… selamanya.

Setia menanti, walau dihati saja… seluruh hidupku. Selamanya,

Kau tetap milikku…

Hanya satu yang tak mungkin kembali..

Hanya satu yang tak pernah terjadi..

Segalanya, teramat berarti dihatiku… selamanya…

Mendengarkan lagunya Krisdayanti yang berjudul: Mencintaimu, terbawa suasana. Seperti itulah hatiku saat ini padamu… Muhammad.
                                                                                     Sekian.
***********************************************  ^_^ ******************************************************************

Hanya sekedar ikutan event di Ka Be Em. Jurinya asyik dan semua rasanya menyenangkan saat memposting tulisanku ini. Cuma terbatas hanya memakai 300 kata untuk event ini. Eventnya unik dan sangat-sangat unik sekali. Ditempeli lirik lagu yang mengena pada cerita, pesertanya banyak sekali yang ikutan. hampir membuat mata sang juri menjadi perih karena harus menyeleksi satu persatu postingan lomba dari teman-teman. Tulisanku ini tidak menang, tetapi senang bisa ikutan menjadi peserta event tersebut dengan juri-jurinya yang smart, gokil dan gaul. hehehe...
Sekali lagi.. ini hanyalah tulisan dari bagian event Romantis yang kuikuti. Menulis dan menulis lagi... Semangat. ^_^ I love my Family. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK ( Cerpen-Rosi Ochiemuh )

** Diterbitkan pertama kali oleh : Majalah SIMALABA.net. Semarak Malam Minggu. Edisi Redaksi No.21. Sabtu, 02-Juni-2018. Tubuhku terpental masuk ke tempat bernuansa hijau. Hijau kelabu, hijau pastel, hijau muda, hijau terang, hijau daun, hijau lumut. Retinaku sakit sekali. Aku belum pernah ke tempat aneh ini. Tempat anomali di hadapanku orang-orang kulitnya seputih susu. Kendaraan mereka bukan dari mesin kaleng. Aku berpikir ini bukan bumi. Mereka lirik aku yang kebingungan. Kedua alis dan kening mereka berkerut seolah aku makhluk aneh di tempat ini. Kulitku sawo matang, rambut keriting hitam, mata bundar, hidung bulat, tinggi satu setengah meter. Mereka semua lebih pendek dariku. Mungkin setengah meter tingginya. Rambut mereka keperakan, hidung mancung, pupil mata hijau, jari-jari tangan lentik, kakinya jenjang, sepertinya mereka tidak berjenis kelamin karena postur mereka semua sama. Satu per satu mendekat, aku tidak bisa melihat keadaan. Mereka berkerumun, aku terduduk...

Namanya Arang (Cerpen Rosi Ochiemuh)

Cerpen ini dibuat dengan judul : Arang yang tak diharapkan. Kemudian direvisi dan judulnya saya ganti, lalu dishare diblog pribadi ini. Ang , panggilannya dari kepanjangan namanya—Arang. Entah mengapa kakeknya memberi nama itu. Tanpa nama belakang misalkan nama ayah, kakek atau ibu seperti nama temannya di sekolah. Hanya satu kata itu; Arang. Warna kulit yang bertolak belakang dengan makna namanya. Kulitnya seputih batu pualam, wajah tampan, bermata sipit indah, rambut hitam lebat, dan dua bola matanya kecokelatan. Semua orang berkata bahwa Arang anak laki-laki yang menarik. Kelak, saat dewasa banyak perempuan yang tertarik.  “Untuk apa kamu bertanya terus. Ibumu menitipkan kamu pada kami. Meski begitu akhir hidupnya, Nenek selalu sayang kamu dan ibumu,” ujar neneknya waktu itu saat pemuda itu selalu mendesak dengan pertanyaan. *** Arang, lelaki yang kuat. Bahkan kekuatan fisiknya terpancar sejak usia delapan tahun. Tubuhnya paling bongsor di antara anak-anak lain...

[CERPEN] "MATA-MATA HITAM" : Karya; Rosi Ochiemuh.

( Dimuat di Koran Harian Amanah, Edisi Hari Sabtu, 15-Oktober-2016)  Mata-mata hitam kecil bermunculan dari irisan daging sapi tanpa tulang yang baru akan diirisnya. Yatmo membelalak histeris dengan penampakan itu. Merasa ada yang ganjil dengan daging yang akan diolahnya, segera dia memanggil Keken—istrinya yang sedang menyusui bayi mereka di kamar.             “Bu! Kamu harus lihat. Daging ini aneh, bermata hitam, hidup, banyak sekali!” teriak Yatmo panik.             “Apa sih, Pak? Daging itu biasa saja, nggak ada mata atau apa pun,” jawab Keken memeriksa irisan daging dengan teliti. Yatmo mengucek mata lagi. Namun daging itu masih bermunculan mata-mata kecil. Seperti mata manusia bentuknya namun berukuran kecil, hitam dan berkedip-kedip. Yatmo makin ketakutan lantas pergi meninggalkan dapurnya. Keken terbengong dengan tingkah suaminya.    ...