Engkaulah fajar cinta
Hanya secuil
sinar fajarmu yang terpancar, wahai pujanggaku
Kilauan berlian memantulkan
indahnya di atas samudera rindu
Memberi arti
dalam sanubari yang telah lama membeku
Dalam tumpukan onak
berduri mendiami kalbu
Satu persatu
tercerahkan asa pesona, menggandeng ceria
Menghangatkan berbagai
gumpalan-gumpalan darah beku
mengalir dengan
teratur, sampai menggairahkan asaku
Tak perlu
menjelma mawar, wahai pujangga
Goresan-goresan
kebahagian kecil telah engkau bagi
Dalam diary aksara
kisah nyata yang engkau patri
Ditiap sanubari
catatan hati beserta harian kisah-kisah kita
Memberi arti
bijaksana, menjalinkan alunan kasih asmara
Tak perlu
menjelma mawar, tuk tunjukkan berartinya diriku
Karena engkaulah
fajar cinta, pujanggaku, dambaanku.
Seperti itulah
engkau dan kisah kita yang terangkai
Dalam diary
aksara kasih nyatamu, menjadikanku berarti.
Oleh:
Rosi.Ochiemuh.
Komentar
Posting Komentar