Cinta
bersemi dalam sebuah rumah yang di tinggali. Hidup dengan damai dalam satu atap
itu sangat membahagiakan.. Oh, tetapi banyak juga rintangan yang menghadang
setiap saat. Ujian-ujian kecil dan kerikil menghadang, dan terkadang penuh
tenaga ekstra untuk menghadapinya.
Salahnya diri ini sering kali panik saat menghadapi setiap masalah, terutama setelah menikah ini. Kepanikan ini terjadi manakala merasa terkejut dengan sesuatu hal yang belum dihadapi. Dan Alhamdulillahnya, setiap dalam rumah setiap penghuninya punya sesuatu trik untuk mengatasinya dengan saling membantu, tenang, berpikir positif dan berusaha mencari jalan keluar yang baik.
Dalam cinta, ekonomi, prahara semua menyatu dalam sebuah rumah. Roda kehidupan selalu berputar tapi tidak selalu menetap, terkadang posisi kehidupan kita berada di atas, terkadang besoknya berada di bawah.
Langitlangit rumah bukan sekadar kalimat benda. Maknanya sangat luas, bisa rumah itu adalah keluarga, rumah tangga dan persahabatan dalam satu atap. Dimana didalamnya terdapat banyak penghuni dengan beberapa karakter dan sifat yang bermacam-macam.
Ada yang baik, buruk, terpuji dan tercela. Berbagai rupa karakter, isi hati, dan sifat manusia yang berbeda-beda berada dalam satu atap. Menatap langit-langit rumah membutuhkan kebijaksanaan dalam memandang berbagai hal saat berada dalam satu atap. Butuh keluasan hati, toleransi, tenggangrasa dan kasih sayang yang saling berkaitan.
Dan langit-langit rumah mengajarkan kita untuk menjadi seorang yang bijak, memandang ke depan, membuka hati seluas-luasnya untuk setiap penghuni rumah. Komunikasi yang membuat tatanan kehidupan menjadi lebih baik lagi. (Rosi.Ochiemuh. 02-oktober-2014)
Komentar
Posting Komentar