Cinta pada pandangan pertama memang indah, itu kata banyak orang. Tetapi tidak bagiku, cinta pada pandangan pertama itu bohong. Buktinya cinta yang kurasakan saat ini karena kebersamaan yang terjalin dalam hubungan teman lalu ke pernikahan.Saat ini cinta itu bersemi kembali, mungkin cinta dalam rumah tangga itu seperti menanam bunga di taman. Bunga itu harus terus disirami dan diberi pupuk biar terus bermekaran. Seperti itulah menurutku cinta dalam rumah tangga.
Cemburu adalah bagian dari bumbu pernikahan, dan ini terjadi dalam rumah tangga kami. Jujur, aku sangat cemburu jika suamiku perhatian lebihnya pada selain aku dan buah hati kami. Dan saat mendapatkan masalah kemarin itu, saat aku tahu ada sms dengan kata sayang dari mantannya itu. Itu sangat membuat aku cemburu, panas sejak pagi sampai sore.
Untunglah, suamiku adalah type lelaki yang baik hati, jujur, dewasa dan bisa menenangkan diriku. Dia bukan laki-laki yang romantis, tetapi perhatian, kebaikan dan ketulusannya kuakui sangat hebat. Sekarang semakin kusadari, bahwa aku bertambah sayang dan cinta padanya.
Banyak yang bilang bahwa suamiku itu wajahnya ganteng dan tampan. Menurutku biasa saja saat baru pertama mengenalnya. Aku melihat pada diri suamiku itu pertama kali adalah kedewasaanya dalam berpikir dan bertindak. Apalagi tindakannya dan perlakuannya kepada keluarga, terutama ibu dan bapaknya. Namanya juga manusia yang tak luput dari kesalahan, ada juga kejelekan dan sikap yang tidak menyenangkan dari dia. Namun, itu semua bisa dirubah dengan perlahan.
Aku bertambah cinta dan sayang padanya, karena dia bisa menerima kekurangan-kekuranganku. Bukan saja menerima kelebihan dari diri ini, tetapi dia bisa menerima kekurangan-kekurangan juga. Maka, aku pun begitu padanya. Menerima terlebih dahulu kekurangan-kekurangannya setelah menikah, lalu lambat laun mulai menemukan pesonanya. Kesabarannya, kebaikannya, perhatiannya dan kesetiaannya padaku.
Rumah tangga yang menyenangkan adalah, ketika saat berdiri, rumah itu belum sepenuhnya penuh dengan cinta. Dan semakin bertambah usia rumah tangga, semakin bertambah pulan cinta-cinta di dalammya. Itu menurutku rumah tangga yang indah. Bukan sebaliknya. Karena semakin tua rumah tangga, semakin tua pula umur dan fisik pasangan hidup mereka. Dan di saat itulah cinta dan kesetiaan di uji setiap waktu dalam bentuk apapun.
Ya Allah... semoga rumah tangga kami dijadikan oleh-Mu rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah sepanjang usia kami. Sampai ajal menjemput kami, lindungilah cinta dan kasih sayang kami dalam keluarga kami. Dan penuhilah rumah tangga kami dengan rahmat dan kasih sayang-Mu.. Amiin ya Rabbal'alamiin.. (Cikarang, 03-oktober-2014, Rosi Ochiemuh/Rosi Jumnasari).
Komentar
Posting Komentar