Tak ada yang menggembirakan kami ketik masa kecil dan remaja dulu selain turunnya Rahmat Alloh itu. Hujan deras dan suara khasnya turun menyebarkan virus kantuk dan virus kebahagiaan tersendiri. Hujan mampu ciptakan hari-hari kosong kami di sekolah. Sekolah di siang hari menguntungkan kami karena di musim hujan, tiap jam dua hingga setengah tiga langit di sekolah akan menggelap. Tanda hujan akan segera turun, saat itu tanda seperti yang selalu digambarkan dalam buku cerita, dongeng maupun berita cuaca selalu akurat. Cuaca tak pernah bohong. Hingga hujan deras benar-benar turun dengan awetnya. Guru matematika dan fisika tidak datang. Itulah hari-hari kosong yang hujan ciptakan di sekolah waktu itu. Meski ada guru pengganti yang tidak masuk, waktu sang guru itu tak pernah lama. Sebentar, karena dia lebih memerhatikan kelas asuhannya saja. Waktu kecil, kebahagiaan kami ada di musim hujan. Ketika hujan turun derasnya, kami akan berteriak "Horee!!" lantas tanpa izin Mak dan Bapa...
Jika isi kepalamu sedang penuh, maka menulislah. Karena menulis adalah berbicara dengan diam dan pemikiranmu berjalan tertuang.