Gerah Melambung.
Kubuka beranda sosial di sepanjang media
mirip pasar ramai berjumpalitan tiada berdamai
semakin berjbaku dan kukuh.
Pelangi seakan tak ingin kembali melukis langit bumi
bintang-bintang di malam hari sembunyi dibalik gulita
seakan terkunci dan bersumpah tak ingin berkedap-kedip di langit sana
Langit mual berhari-hari selepas ditinggalkan mentari yang mengungsi
menghujani air mata kegelisahan
dan menari-nari di atas keresahan bumi fatamorgana
Gerah hingar bingar dunia dalam berita
negeri dalam kotak segiempat ketat
yang padat
terjungkal di ujung tanduk bahaya
Akhir...
Tiada menyadari akan ada akhir....
mereka tetap melaju lesat bak meteor di angkasa, lalu jatuh di sana hancur terceburai
Carut marut tak berbuntut
makin panjang logika orang-orang pintar berkelakar
tiada kelar hingar bingar itu pada kancah dunia dalam berita
negeri dalam kotak segiempat yang padat tak seindah warna-warni cahayanya.
tak selebar daun keladi
semakin hari semakin jadi parodi orang-orang berjiwa suci
gerahnya sembur menyembur serupa muntahan bubur
kebenaran mengabur, luntur bersama amarah, emosi dan kerasnya hati.
Cib, 19-Februari-2017.
****
Komentar
Posting Komentar