Di Bawah Kolong Langit
Ketika semua berlomba rebutan kursi kekuasaan.
Jual apa saja demi satu tiket menuju parade obral janji-janji
berpayung panji-panji
Kepala-kepala di sebuah negeri dipertaruhkan
persekongkolan priyayi, orang suci, orang pintar, orang kaya, bahkan iblis sekalipun
tak tampak wajah kemaluan bercahaya
hanya sketsa bermuka dua yang apik bersandiwara
Obralan janji tersemai dalam impian kepala-kepala rakyat jelata.
Di bawah kolong langit ini, Tuhan! Sang penjilat, dan penggila kekuasaan berlomba-lomba mempermainkan kepala-kepala rakyat jelata dengan tega.
Di bawah kolong langit ini, Tuhan!
pencitraan dan dusta melarut dalam gumpalan topan yang siap sedia menghancurkan kami semua!!
Apa hebatnya merebut kuasa di kolong langit-Mu??
Apa hebatnya bersekutu dengan keburukan musuh-Mu??
Hanya untuk duduk di kursi-kursi kekuasaan di kolong langit milik-Mu ini.
tiada berkaca bahwa di atas langit masih ada langit!
Di bawah bumi masih ada bumi.
Dan mereka seburuk-buruk makhluk paling dasar bumi ini.
Di bawah kolong langit-Mu
Kami mengadu resah untuk negeri yang semakin pilu sembilu penuh luka-luka bernanah bau.
ujiankah pada kami, atau sekadar parodi?
Cibitung, 18/02/2017.
Di Bawah Kolong Langit..
Oleh : Rosi Ochiemuh.
Komentar
Posting Komentar