Langsung ke konten utama

Puisi (TigaRupa)

Mata Kelana.

Detik-detik di persimpangan waktu
kutermangu dalam bilangan ambigu tak bertemu ujungnya
alasan hidup masih berjalan
alasan napas masih berembus perlahan
tak sesak mendesak

Kuberikan hidup pada malam yang seharusnya telah terjaga
bola mata berputar menekuri ruangruang labuhan menganga
seolah diajak melanglang buana ke samudera sebingkai mata.

tak terdengar napas kesunyian di tengkukku
atau di ujung telingaku
seperti pengingat waktu bahwa malam telah melarutkan diri ini dan segera mungkin tuk pejamkan mata.
bukan meronda
tak pula meronta untuk dipinta turut pada aturanmu
duhai malam.

diam-diam desau angin berbisik pada telingaku :
"Puan, di seberang sana. Kekasihmu sangat merindukanmu. Katanya, pejamkanlah mata. Seumpama tertidur, dia akan datang ke alam mimpi."
Geming...
demi bisikan angin tadi, kupejamkan kedua mata ini menanti datangnya kekasih di alam mimpi.

Cibitung, 19-Februari-2017.

****

Permata Hati.

Dia tergelak riang dalam gurauanku yang tak biasa.
dia bilang, senang menikmati kebersamaan denganku
walau tak setiap hari, setiap detik menemani
hatiku pilu menahan sembilu
petik-petik lagu rindu bersenandung
saat dia bermendung

kubuka semua kotak perhiasan dalam lemari kenangan
terbilang semua ada tanpa satu yang hilang
dan kesenangan tersembul dalam kerumitan hidupku
hatiku hampa jika tak ada dia di sana.

buah hati yang kulahirkan dengan seluruh cinta
seluruh kepasrahanku
seluruh nyawaku

kukatakan, dialah harta terindah dari Tuhan kepadaku yang paling berharga.
kesenangan dan kesedihan yang melarut dalam darahku.
permata hati.

Cibitung, 19/02/2017.

***

Masa Kecil Sang Pendosa.

Mereka telah membawaku pada sekelumit pikiran orang dewasa
dan tak pernah mengembalikan pada tempat aslinya

Mereka menarikku pada kesedihan orang dewasa yang menghiba dengan air mata buaya.

Mereka menyeretku pada keahlian baru nan seru
menjadi pencerita ulung dalam balada dusta-dusta penggombal ulung, sampai permainan sumpah atasnama Tuhan.

Mereka biarkan aku tenggelam dalam kubangan orang dewasa yang melogika
Hingga ku tak tahu bagaimana rasanya nurani dan menjadi anak kecil lagi.

Kini, mereka berubah menjadi anak-anak kecil yang tak tahu malu di hadapanku.
Ajaran masa lalu kujalani sebagai pedoman hidupku dalam tubuh orang dewasa
Mereka jadi alat mendatangkan rupiah-rupiah dari keringat culas dan  darah pendosa.

Cibitung, 19/02/2017.

             Ditulis Oleh : Rosi Ochiemuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#GA_SAUJANA_HATI

RESENSI BUKU. . OLEH : ROSI OCHIEMUH. Judul Buku : SAUJANA HATI . Penulis : SuEff Idris . Jenis Buku : Novel ( Fiksi ) . Nama Penerbit : LovRinz Publishing . Tahun Terbit : Copyright © 2015, by SuEff Idris. . Tahun Cetak : Cetakan Pertama Februari 2015 . Jumlah Halaman : Viii + 298 Halaman. . Jenis Kertas : Book Paper . ISBN         : 978-602-72035-4-9 . Harga Buku : Rp. 59.000 . .  “Apakah cinta? Cinta barangkali memang bukan untuk dijelaskan, tapi dibiarkan mengalir apa adanya. Seperti dalam novel Saujana Hati, kisah tentang dua orang yang saling mencintai, tapi mereka tak saling mengungkapkan perasaan. Suatu saat ketika keduanya bertemu kembali, semua sudah terlambat.” .  Tokoh-tokoh dalam novel ini terbawa arus takdir yang tidak bisa mereka tolak. Beragam persoalan hidup; penyakit kronis yang diderita tokoh “aku”, cinta segitiga yang melibatkan kakak—adik, terkait pada nilai-nilai agama hingga kematian, diramu dalam bahasa yang c...

CINTA TIDAK SALAH (Eps.2)

Kau tahu bagaimana menjadi dirimu sendiri? Tetapi itu semua masih belum bisa menjadikan dirimu apa adanya. Terkadang cinta terlihat manis dan masa lalu itu menyebalkan. Tapi yang menyebalkan adalah bersembunyi dari kenyataan. Putri Kaca. Kakek jarang mengajak aku bercerita sewaktu kecil dulu. Hanya Nenek yang rajin bertanya tentang sekolahku, temanku dan keadaan bapak, ibu dan adik. Saat bertandang ke rumah mereka, aku selalu kagum pada kecantikan dua kakak sepupu perempuan yang usianya lebih tua empat tahun dariku. Yang satu bernama Mary, dan yang satunya bernama Elis. Mary yang paling sempurna dari kami semua. Tubuhnya tinggi, kulitnya langsat, hidung bangir, matanya bundar hitam, rambutnya lurus berkilau, berlesung dagu dan pipi. Dia termasuk siswi paling pandai di sekolahnya. Elis, wajahnya ayu, manis, hidungnya mancung, kulitnya langsat, berambut gelombang, tubuhnya sintal dan tidak terlalu tinggi seperti Mary. Dia cucu perempuan tertua dari Kakek dan Nenekku dari...

[CERPEN] "MATA-MATA HITAM" : Karya; Rosi Ochiemuh.

( Dimuat di Koran Harian Amanah, Edisi Hari Sabtu, 15-Oktober-2016)  Mata-mata hitam kecil bermunculan dari irisan daging sapi tanpa tulang yang baru akan diirisnya. Yatmo membelalak histeris dengan penampakan itu. Merasa ada yang ganjil dengan daging yang akan diolahnya, segera dia memanggil Keken—istrinya yang sedang menyusui bayi mereka di kamar.             “Bu! Kamu harus lihat. Daging ini aneh, bermata hitam, hidup, banyak sekali!” teriak Yatmo panik.             “Apa sih, Pak? Daging itu biasa saja, nggak ada mata atau apa pun,” jawab Keken memeriksa irisan daging dengan teliti. Yatmo mengucek mata lagi. Namun daging itu masih bermunculan mata-mata kecil. Seperti mata manusia bentuknya namun berukuran kecil, hitam dan berkedip-kedip. Yatmo makin ketakutan lantas pergi meninggalkan dapurnya. Keken terbengong dengan tingkah suaminya.    ...