Langsung ke konten utama

Saat Tuntutan Hidup Mencengkram.



Hari-hari tanpa tuntutan itu memang sesuatu yang menyenangkan, merasakan kemerdekaan di seluruh jiwa ini. Tuntutan-tuntutan hidup membuat diri seperti mengejar matahari yang diam tapi tak pernah sampai.
Semua manusia di dunia ini hidup dengan berbagai tuntutan, dan perjuangan untuk bisa terwujud. Tak bisa di hindari di zaman eraglobalisasi ini, tuntutan hidup semakin keras dan banyak ragamnya. Jika orang-orang di zaman dulu berprinsip: Yang penting makan tercukupi, yang penting besok bisa makan, yang penting hari ini makan.

Tetapi untuk saat ini banyak yang berprinsip; “bukan sekedar cari makan, tapi cari berlian untuk masa depan.” Kata ‘berlian’ bermakna yakni kebutuhan yang lain, seperti rumah tempat tinggal serta segala isinya, kendaraan, pendidikan, kesehatan, cita-cita dan harta benda lainnya, di zaman era globalisasi saat ini. 
Banyak yang berusaha mencapai tuntutan itu terpenuhi dengan berbagai cara. Ada yang bekerja, ada yang berhutang dan ada lagi dengan cara yang tak lazim maksudnya dengan cara kotor. Apapun yang terjadi semua tuntutan hidup itu harus terpenuhi, dengan berbagai pandangan dan gaya hidup di masa kini. Tapi ada pula yang menjalaninya dengan santai dan terarah.

Mereka adalah orang-orang yang tak haus kekuasaan dan tipu daya dunia ini. Mereka adalah orang-orang yang tak takut menghadapi masa depan. Mereka orang-orang yang kuat imannya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Mereka para mukminin dan mukminat yang memasrahkan hidupnya dan berpegang teguh hanya pada Allah.Swt. Tanpa takut tidak bisa menghadapi masa depan dengan baik. Dan tetap Tawakkal’alallahu. Tak ingin ketenaran dan kepopuleran dunia.

Itulah orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat, yang tak memusingkan tuntutan-tuntutan hidup. Bekerja, beribadah dan berdo’a, ketiga ini selalu terlaksana dengan baik oleh orang-orang yang bertaqwa.  Kunci kebahagiaan yang hakiki yang diajarkan Rasulullah.Saw, aku pernah bertemu dengan orang-orang seperti ini.


Seorang ustad yang hanya sebagai pengajar honor, mempunyai delapan orang anak yang masih kecil dengan rumah yang sederhana. Saat bertandang di rumah beliau, isteri dan anaknya semua berada di rumah. Satu jam berada di rumahnya, jika orang yang tak mengenal keluarganya akan merasa pusing. Keramaian polah tingkah anaknya beserta keadaan rumah yang bak kapal pecah, membuat tak nyaman dipandang mata. Tetapi isteri beliau tidak pernah marah atau memukul anak-anak mereka. Hanya memberi tahu, membereskan semua keadaan dalam rumah. Yang hanya rapi dalam beberapa hitungan menit, begitu sabarnya si Umi isteri beliau.

Aku dan temanku yang datang cuma diam dan bergumam, begitu kuat dan sabarnya isteri ustad ini menghadapi semua itu. Belum lagi tentang masa depan ke-delapan anak mereka, yang tiga orang anaknya sudah bersekolah. Bagaimana mereka mendapatkan uang? Pekerjaan si Ustad tersebut tidak besar gajinya sebagai guru honor.

Pernah kami menanyakan pada beliau dan isterinya, bagaimana menjalani semua rumitnya dalam hidup mereka? Mereka menjawab; “Hanya kepada Allah.Swt saja kami serahkan, dengan usaha setiap waktu.” Ujar mereka dengan lancarnya mengungkapkan semua itu. Kami berdua terbengong-bengong, dan kagum dengan kedua suami isteri tersebut. Begitu besarnya kesabaran mereka dan keteguhan hati mereka menjalani hidup.

Pikiran kembali kepada tuntutan hidup, saat melihat kehidupan si Ustad tadi. Bisakah aku dalam posisi seperti mereka. Dengan semua kebutuhan mereka untuk makan sehari-hari dengan ke-delapan anak mereka, juga pendidikan anak mereka, belum yang keperluan yang lain. Subhanallah… lagi-lagi aku terpekur sendiri, merenungi dan membandingkan keadaan hidupku yang sekarang dengan mereka.

Mereka saja bisa menjalani hidup tanpa kesusahan hati dengan keadaan seperti itu. Kenapa aku tidak bisa? Aku punya matapencaharian yang tetap, tempat tinggal yang nyaman, anak baru satu. Kenapa harus mengeluh dan takut menghadapi masa depan. Kenapa harus banyak memenuhi tuntutan hidup, yang sebenarnya ada beberapa tuntutan hidup yang tidak penting untuk dipenuhi.

Ketika mengingat tentang sang Ustad dan isterinya itu menyadarkan kembali tentang arti hidup. Hanya dengan berpegang kepada tali Allah.swt, maka hidup akan terasa mudah. Itu yang didapatkan dari pesan beliau dan isterinya. Hidup akan terasa mudah dan berkah jika kita mendekatkan diri dengan serius pada Allah.swt dan semua ajaran Islam-Nya, maka tidak ada kesulitan satupun yang tak bisa diselesaikan ketika benar-benar menjadi hamba-Nya.
Ya Allah... Betapa bodohnya kami, mengejar matahari di setiap pagi tanpa menyembah-Mu terlebih dahulu, tanpa berdzikir pada-Mu, tanpa melaksanakan semua perintah-Mu. Matahari itu ciptaan-Mu yang sewaktu-waktu akan hancur dan redup cahayanya. Begitupun kami dan dunia ini… Ya Rabbi. 

Saat berbagai tuntutan hidup mencengkram leher, mengusik ketenangan bahkan menjadikan diri sibuk untuk memenuhinya. Percayalah pada-Nya, bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan tercantum dalam firman-Nya ;
"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." Al-Qur'an (Surah Al-Inshiro ayat 1~8). (LippoCikarang:02-sept-2014.Rosi.Ochiemuh/Rosi.JS)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TIDAK SALAH (Eps.2)

Kau tahu bagaimana menjadi dirimu sendiri? Tetapi itu semua masih belum bisa menjadikan dirimu apa adanya. Terkadang cinta terlihat manis dan masa lalu itu menyebalkan. Tapi yang menyebalkan adalah bersembunyi dari kenyataan. Putri Kaca. Kakek jarang mengajak aku bercerita sewaktu kecil dulu. Hanya Nenek yang rajin bertanya tentang sekolahku, temanku dan keadaan bapak, ibu dan adik. Saat bertandang ke rumah mereka, aku selalu kagum pada kecantikan dua kakak sepupu perempuan yang usianya lebih tua empat tahun dariku. Yang satu bernama Mary, dan yang satunya bernama Elis. Mary yang paling sempurna dari kami semua. Tubuhnya tinggi, kulitnya langsat, hidung bangir, matanya bundar hitam, rambutnya lurus berkilau, berlesung dagu dan pipi. Dia termasuk siswi paling pandai di sekolahnya. Elis, wajahnya ayu, manis, hidungnya mancung, kulitnya langsat, berambut gelombang, tubuhnya sintal dan tidak terlalu tinggi seperti Mary. Dia cucu perempuan tertua dari Kakek dan Nenekku dari...

#GA_SAUJANA_HATI

RESENSI BUKU. . OLEH : ROSI OCHIEMUH. Judul Buku : SAUJANA HATI . Penulis : SuEff Idris . Jenis Buku : Novel ( Fiksi ) . Nama Penerbit : LovRinz Publishing . Tahun Terbit : Copyright © 2015, by SuEff Idris. . Tahun Cetak : Cetakan Pertama Februari 2015 . Jumlah Halaman : Viii + 298 Halaman. . Jenis Kertas : Book Paper . ISBN         : 978-602-72035-4-9 . Harga Buku : Rp. 59.000 . .  “Apakah cinta? Cinta barangkali memang bukan untuk dijelaskan, tapi dibiarkan mengalir apa adanya. Seperti dalam novel Saujana Hati, kisah tentang dua orang yang saling mencintai, tapi mereka tak saling mengungkapkan perasaan. Suatu saat ketika keduanya bertemu kembali, semua sudah terlambat.” .  Tokoh-tokoh dalam novel ini terbawa arus takdir yang tidak bisa mereka tolak. Beragam persoalan hidup; penyakit kronis yang diderita tokoh “aku”, cinta segitiga yang melibatkan kakak—adik, terkait pada nilai-nilai agama hingga kematian, diramu dalam bahasa yang c...

Buku Antalogi Pertamaku

Bermula hasil dari coba-coba ikutan event kepenulisan di facebook yang diselenggarakan oleh penerbit indie, yakni penerbit asrifa. Aku tertarik ikut karena temanya membahas seputar kisah di kantor. Dan Alhamdulillah cerpenku lolos masuk menjadi bagian dari buku ini. Tulisan cerpenku bersanding dalam buku ini bersama dengan para penulis yang sudah berpengalaman. Setelah bukunya di kirim ke alamat kantor dan dibaca lembar demi lembar ternyata bagus-bagus dan inspiratif isinya. Juga ada tips untuk para karyawan dan bos untuk hubungan keharmonisan dalam kerjasama yang baik. Jika Anda tertarik, bisa menghubungi alamat email saya: ochiemuh18@gmail.com atau alamat facebook: rosi.jumnasari@facebook.com. Karena buku adalah inspirasi dalam kehidupan.