Langsung ke konten utama

Mata & Kaca mata.



Ketika penglihatan yang dulunya terang benderang, jelas dalam melihat berbagai hal. Tiba-tiba harus kehilangan sedikit kenikmatan dalam penglihatan, dengan adanya penyakit rabun mata. Karena ketika fasilitas ternikmat yang Allah berikan ini berupa mata, tiba-tiba dikurangi kenikmatannya, maka pasti akan banyak sesuatu hal yang berkurang dalam pandangan penglihatan mata zahir kita.

Yang biasanya melihat benda dari jarak radius dua sampai tiga meter jelas, lalu berkurang jelas saat mengalami rabun jauh. Begitupun saat mengalami rabun dekat. Ketika jarak yang cuma dua jengkal telapak tangan bisa melihat bacaan dalam buku dengan leluasa, lalu berkurang jelas oleh si rabun dekat. Berkuranglah penglihatan mata dan kenikmatannya. 

Seperti sepele saat mata sehat, lalu menyibukkannya dengan berbagai aktifitas melihat dengan cara yang exrim.
Seperti menonton televisi dalam radius jarak dekat dan berjam-jam, membaca buku sambil tidur-tiduran, bermain handpone dalam waktu yang panjang, menikmati mata dengan berlama-lama didepan layar komputer, atau sibuk mencari uang dengan menggunakan mata ini.

Padahal ada aktifitas yang bisa membukakan mata hati dan melapangkan mata pencaharian. Apa itu? Kata Pak Ustad yang mengajarkan ilmu fiqih saat di bangku Ibtidaiyah dulu, tapi beliau telah meninggal dunia. “Sesuatu yang menyejukkan mata dan membuka mata bathin adalah dengan membaca Al-Quran dan mentadabburinya serta menghafal hadist dan mengamalkannya. Melenakan mata membaca isi Al-Qur’an dan memahaminya, kemudian belajar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka tidak akan hilang nikmat kedua matamu, yakni nikmat mata zahir dan mata bathin”.

Mungkin itu hanyalah sebuah kalimat yang sederhana dari Pak Ustad almarhum, guruku. Tetapi saat ku ingat lagi, apa yang dia ucapkan itu memang kebenaran yang tak bisa di tolak oleh hati orang-orang yang beriman. Nasehat yang membawa keberuntungan dunia dan akhirat. Ketika kita sebagai penganut agama Islam, lalu meninggalkan sedikit demi sedikit ajaran agamanya, keresahan yang didapat. Hidup seakan lelah dalam menjalaninya dan seperti gersang dalam hari-hari. Apakah seterusnya akan hidup begini, dengan meminta-minta pada dunia? Sibuk dengan dunia yang sebenarnya akan musnah dalam satu tiupan sangsakala? Wawlaahua’lam..

Begitu beratnya fasilitas mata yang Allah.swt berikan. Bagaimana tidak berat? Karena harus dipertanggung jawabkan saat di akherat. Apa yang sudah kamu lihat? Apa yang kamu dapatkan setelah melihat? Dan dipergunakan apa saja anggota tubuhmu saat kedua matamu melihat? Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan di akhirat nanti hanya untuk satu anggota saja, yakni kedua mata.

Disaat mata terserang penyakit rabun, pastinya membutuhkan fasilitas penunjang, yakni Kacamata, dengan resep dokter. Jika tanpa resep dokter mata, mana mungkin bisa tahu apa yang dibutuhkan oleh mata kita yang rabun. Begitupun dengan penglihatan bathin, ketika mengalami penyakit rabun mata bathin, pastinya membutuhkan kacamata untuk dapat melihat sesuatu masalah dalam kehidupan.

Kacamata bathin itu hanya didapat oleh orang-orang yang bijak dan beriman yang bisa memakainya tanpa memakai pakaian kesombongan karena ilmu. Kacamata itu bernama ajaran agama yang telah ditetapkan oleh Allah.swt, berupa Al-Quran dan Hadist. Dengan kedua itu, manusia bisa melihat dan menilai sesuatu untuk dikerjakan atau ditinggalkan, baik atau buruk, bermafaat atau mudharat dalam kehidupan sehari-hari.

Masalah-masalah kehidupan yang ada di dunia ini bisa dilihat dan saksikan dengan mata zahir. Mulai dari media sosial, media visual dan media surat kabar. Saat melihat semua itu, berbagai tanggapan yang akan keluar dari benak masing-masing. Ada yang tidak senang, yang mengumpat, yang mencaci, yang benci, yang iri, yang kesal. Atau ada yang senang, bahagia, sukacita, penuh semangat, dan ada yang hanya diam tak menanggapi tapi dia mengerti.

Berbagai sudut pandang berdatangan dari kacamata mereka masing-masing. Hingga tanpa disadari sudut pandang dari kacamata mereka sendiri sering membuat kesalahpahaman yang tak berujung di berbagai keadaan. Sepertinya, memang haruslah memandang sudut masalah itu dari kacamata yang sudah ditetapkan oleh Allah.swt, yakni Al-Qur’an dan Hadist. Tetapi disayangkan, tidak banyak yang paham tentang ajaran kedua itu. Hanya sekedar mengetahui dan tidak paham. Dan saat ini memang kuakui, bahwa si penulis tulisan ini pun sangat masih jauh dari menilai sesuatu dengan memakai kacamata Agama. Padahal kacamata itu sangat-sangat bermanfaat sekali dunia dan akhirat. Wallahua’lambishowaab..
Cikarang, 29-September-2014. Rosi.Ochiemuh..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TIDAK SALAH (Eps.2)

Kau tahu bagaimana menjadi dirimu sendiri? Tetapi itu semua masih belum bisa menjadikan dirimu apa adanya. Terkadang cinta terlihat manis dan masa lalu itu menyebalkan. Tapi yang menyebalkan adalah bersembunyi dari kenyataan. Putri Kaca. Kakek jarang mengajak aku bercerita sewaktu kecil dulu. Hanya Nenek yang rajin bertanya tentang sekolahku, temanku dan keadaan bapak, ibu dan adik. Saat bertandang ke rumah mereka, aku selalu kagum pada kecantikan dua kakak sepupu perempuan yang usianya lebih tua empat tahun dariku. Yang satu bernama Mary, dan yang satunya bernama Elis. Mary yang paling sempurna dari kami semua. Tubuhnya tinggi, kulitnya langsat, hidung bangir, matanya bundar hitam, rambutnya lurus berkilau, berlesung dagu dan pipi. Dia termasuk siswi paling pandai di sekolahnya. Elis, wajahnya ayu, manis, hidungnya mancung, kulitnya langsat, berambut gelombang, tubuhnya sintal dan tidak terlalu tinggi seperti Mary. Dia cucu perempuan tertua dari Kakek dan Nenekku dari...

#GA_SAUJANA_HATI

RESENSI BUKU. . OLEH : ROSI OCHIEMUH. Judul Buku : SAUJANA HATI . Penulis : SuEff Idris . Jenis Buku : Novel ( Fiksi ) . Nama Penerbit : LovRinz Publishing . Tahun Terbit : Copyright © 2015, by SuEff Idris. . Tahun Cetak : Cetakan Pertama Februari 2015 . Jumlah Halaman : Viii + 298 Halaman. . Jenis Kertas : Book Paper . ISBN         : 978-602-72035-4-9 . Harga Buku : Rp. 59.000 . .  “Apakah cinta? Cinta barangkali memang bukan untuk dijelaskan, tapi dibiarkan mengalir apa adanya. Seperti dalam novel Saujana Hati, kisah tentang dua orang yang saling mencintai, tapi mereka tak saling mengungkapkan perasaan. Suatu saat ketika keduanya bertemu kembali, semua sudah terlambat.” .  Tokoh-tokoh dalam novel ini terbawa arus takdir yang tidak bisa mereka tolak. Beragam persoalan hidup; penyakit kronis yang diderita tokoh “aku”, cinta segitiga yang melibatkan kakak—adik, terkait pada nilai-nilai agama hingga kematian, diramu dalam bahasa yang c...

Buku Antalogi Pertamaku

Bermula hasil dari coba-coba ikutan event kepenulisan di facebook yang diselenggarakan oleh penerbit indie, yakni penerbit asrifa. Aku tertarik ikut karena temanya membahas seputar kisah di kantor. Dan Alhamdulillah cerpenku lolos masuk menjadi bagian dari buku ini. Tulisan cerpenku bersanding dalam buku ini bersama dengan para penulis yang sudah berpengalaman. Setelah bukunya di kirim ke alamat kantor dan dibaca lembar demi lembar ternyata bagus-bagus dan inspiratif isinya. Juga ada tips untuk para karyawan dan bos untuk hubungan keharmonisan dalam kerjasama yang baik. Jika Anda tertarik, bisa menghubungi alamat email saya: ochiemuh18@gmail.com atau alamat facebook: rosi.jumnasari@facebook.com. Karena buku adalah inspirasi dalam kehidupan.