Alhamdulillah... tulisan-tulisanku berbuah manis, ada dua yang lolos dalam event menulis yang diselenggarakan oleh penerbitan Indhie. Senang sekali rasanya, satu event mengikuti tiga jenis tulisan FF, FTS, Puisi semuanya lolos nominasi. Dan dimasukkan menjadi buku antalogi, bersama kumpulan tulisan teman lainnya. Tak sia-sia, selama ini aku terus mengikuti semua event dengan berusaha menampilkan tulisan sebagus mungkin. Tapi tulisan sebagus mungkin itu versiku, tetaplah yang menilai itu jurinya. Aku yakin juri yang memegang event-event tersebut, adalah yang sudah berpengalaman ilmu literasinya.
Pertama kali tulisanku dimuat di koran, melalui kerjasama oleh grup FBI (Fiksimini Bahasa Indonesia), yang di gawangi oleh admin-nya Kangdana.com, juga oleh si empunya yang ahli dibidang jurnalistik dan fiksimini yakni kang Atep Suryana. Beliau-beliau ini yang memasukkan beberapa fiksimini yang bagus pilihan mereka, dari beberapa fiksimini yang sering diposteng teman-teman FBI. Dari sinilah aku senang menulis fiksi. Mereka juga membantu aku untuk berimajenasi saat mengirim postingan di FBI. Sudah dua kali fiksiminiku masuk koran MEDIA TRANS, bersama fikminnya teman-teman grup FBI juga.
Pertama kali posting di FBI, yang memakai peraturan maximal 150-kata. Memiliki akun facebook asli, namanya juga sebisa mungkin harus asli dan memakai foto profil asli. Itu persyaratan yang harus di ikuti oleh anggota brup FBI yang akan memposting fiksimininya. Usahaku tidak sia-sia, makin semangat saat tulisanku tayang di koran dua kali. Dari sekedar menulis fiksi/cerita mini yang ringkas dan harus menyiratkan makna, dari situlah aku mulai menyenangi menulis cerita daripada puisi.
Dulu aku paling suka menulis puisi, karena lebih singkat dan memberikan imajenasi yang bebas. Setelah memasuki beberapa grup kepenulisan di facebook, yang pertama grup KBM (Komunitas Bisa Menulis) yang dipelopori oleh suami dari penulis bunda Asma Nadia yakni; bapak. Isa Alamsyah, dkk. Dari sanalah aku terus belajar sedikit tentang menulis, tentang bahasa indonesia, tentang puisi dan cerita pendek. Tapi saat itu, permasalahn menulisku ada di fasilitas dan waktu. Hanya menyimak, membaca dan mengambil beberapa ilmu kepenulisan dari teman-teman grup. Di KBM lah aku mengenal Kangdana.com dan teman-teman yang cinta menulis. Teman-temanku di facebook yang cinta menulis jadi banyak, juga banyak sekali inspirasi yang kudapat dari lika-liku mereka dan postingan tulisan-tulisan mereka.
Yang kedua, baru aku memasuki grup FBI dan sudah dijelaskan diatas lika-likunya membuat semangat lagi menulis. Kemudian, saat ini aku sudah memasuki grup kepenulisan yang lainnya. Seperti grup yang diketuai oleh; Mas Dekik Full dan mbak Rina Rinz yang sudah punya novel sendiri. Mereka juga para penulis yang hebat, brilian dan disiplin dengan kepenulisan mereka. Dari grup kedua itu juga membuatku terus nekad untuk memposting tulisan, sambil belajar tentang kesalahan dan yang benarnya tulisanku.
Modal nekad juga kulakukan, seperti yang dilakukan para teman-teman yang cinta menulis. Teman-temanku itu terbukti sudah banyak tulisannya yang masuk menjadi buku antalogi. Yakni: Mbak Edoh Lukman, mbak Islah Wardani, dan umi Neny Suswati yang blognya sering kubaca. Mereka itu perempuan yang selalu semangat untuk menulis apapun yang ada dalam imajenasi dan keadaan yang mereka alami. Mereka bisa menulis karena memang senang dan selalu menyempatkan untuk menulis. Itu yang kusalutkan pada mereka. Teman-teman di grup kepenulisan dan grup yang lain sangat ku acungi jempol. Karena selalu menyempatkan menulis apa saja, demi memuaskan hasrat mereka untuk menulis. Mungkin itulah nikmatnya menulis.
Pada akhirnya jika kita tidak mencoba untuk memulai, semua akan menjadi sia-sia. Menulis bukan sekedar untuk menjadi buku atau untuk terkenal. Tapi memang menulis itu sebuah hasrat yang ingin di visualisasikan menjadi sebuah tulisan dan buku yang dapat dinikmati penulis dan pembaca. Langkah-langkah kecil yang telah ku usahakan ini menjadi berbuah manis. Meskipun baru dua buku, aku ingin mencoba lagi menjadikan tulisan-tulisanku tayang di media manapun. Semoga aku bisa membuat buku sendiri, dengan tulisan yang menarik, bagus dan dinikmati seluruh indonesia. Amiin..
Pertama kali tulisanku dimuat di koran, melalui kerjasama oleh grup FBI (Fiksimini Bahasa Indonesia), yang di gawangi oleh admin-nya Kangdana.com, juga oleh si empunya yang ahli dibidang jurnalistik dan fiksimini yakni kang Atep Suryana. Beliau-beliau ini yang memasukkan beberapa fiksimini yang bagus pilihan mereka, dari beberapa fiksimini yang sering diposteng teman-teman FBI. Dari sinilah aku senang menulis fiksi. Mereka juga membantu aku untuk berimajenasi saat mengirim postingan di FBI. Sudah dua kali fiksiminiku masuk koran MEDIA TRANS, bersama fikminnya teman-teman grup FBI juga.
Pertama kali posting di FBI, yang memakai peraturan maximal 150-kata. Memiliki akun facebook asli, namanya juga sebisa mungkin harus asli dan memakai foto profil asli. Itu persyaratan yang harus di ikuti oleh anggota brup FBI yang akan memposting fiksimininya. Usahaku tidak sia-sia, makin semangat saat tulisanku tayang di koran dua kali. Dari sekedar menulis fiksi/cerita mini yang ringkas dan harus menyiratkan makna, dari situlah aku mulai menyenangi menulis cerita daripada puisi.
Dulu aku paling suka menulis puisi, karena lebih singkat dan memberikan imajenasi yang bebas. Setelah memasuki beberapa grup kepenulisan di facebook, yang pertama grup KBM (Komunitas Bisa Menulis) yang dipelopori oleh suami dari penulis bunda Asma Nadia yakni; bapak. Isa Alamsyah, dkk. Dari sanalah aku terus belajar sedikit tentang menulis, tentang bahasa indonesia, tentang puisi dan cerita pendek. Tapi saat itu, permasalahn menulisku ada di fasilitas dan waktu. Hanya menyimak, membaca dan mengambil beberapa ilmu kepenulisan dari teman-teman grup. Di KBM lah aku mengenal Kangdana.com dan teman-teman yang cinta menulis. Teman-temanku di facebook yang cinta menulis jadi banyak, juga banyak sekali inspirasi yang kudapat dari lika-liku mereka dan postingan tulisan-tulisan mereka.
Yang kedua, baru aku memasuki grup FBI dan sudah dijelaskan diatas lika-likunya membuat semangat lagi menulis. Kemudian, saat ini aku sudah memasuki grup kepenulisan yang lainnya. Seperti grup yang diketuai oleh; Mas Dekik Full dan mbak Rina Rinz yang sudah punya novel sendiri. Mereka juga para penulis yang hebat, brilian dan disiplin dengan kepenulisan mereka. Dari grup kedua itu juga membuatku terus nekad untuk memposting tulisan, sambil belajar tentang kesalahan dan yang benarnya tulisanku.
Modal nekad juga kulakukan, seperti yang dilakukan para teman-teman yang cinta menulis. Teman-temanku itu terbukti sudah banyak tulisannya yang masuk menjadi buku antalogi. Yakni: Mbak Edoh Lukman, mbak Islah Wardani, dan umi Neny Suswati yang blognya sering kubaca. Mereka itu perempuan yang selalu semangat untuk menulis apapun yang ada dalam imajenasi dan keadaan yang mereka alami. Mereka bisa menulis karena memang senang dan selalu menyempatkan untuk menulis. Itu yang kusalutkan pada mereka. Teman-teman di grup kepenulisan dan grup yang lain sangat ku acungi jempol. Karena selalu menyempatkan menulis apa saja, demi memuaskan hasrat mereka untuk menulis. Mungkin itulah nikmatnya menulis.
Pada akhirnya jika kita tidak mencoba untuk memulai, semua akan menjadi sia-sia. Menulis bukan sekedar untuk menjadi buku atau untuk terkenal. Tapi memang menulis itu sebuah hasrat yang ingin di visualisasikan menjadi sebuah tulisan dan buku yang dapat dinikmati penulis dan pembaca. Langkah-langkah kecil yang telah ku usahakan ini menjadi berbuah manis. Meskipun baru dua buku, aku ingin mencoba lagi menjadikan tulisan-tulisanku tayang di media manapun. Semoga aku bisa membuat buku sendiri, dengan tulisan yang menarik, bagus dan dinikmati seluruh indonesia. Amiin..
Komentar
Posting Komentar