Langsung ke konten utama

Postingan

Perempuan Rombengku.

Merah menjelma di wajahku yang lusuh Kala jemariku mengepal bagai bulatan batu, rusuh Kau tahu kenapa? Selintingan tajam menyentil gendang telinga Serupa aroma busuk menjelma Rupa bidadari berbibir dua belas Wajah dua belas bergantian bagai topeng tiap menitnya Bibir dan lidahnya dua belas Berdentang-dentang menggema Lanjutkan menghempas Ingin kujahit bibir dan lidahnya jadi satu Menjadi gagu dan tuna rungu Dalam seminggu itu Bak seorang host gosip yang hist. Paling pandai bersilat lidah Meski dua belas bibir dan lidahnya. Kenapa kepalanya tak dua belas saja? Biar semua takut Dia ciut Mengerucut Tak besar kepala Juga perut Yang ternyata berisi benihku Kutanam saham di sana Tiada sengaja Dan terbina rumah tangga Alakadarnya Ah, merah wajah lusuhku Dan kepalan jemariku bagai batu pun kaku Entahlah Tiba-tiba semua kelu Saat berhadapan di mukanya Telingaku terpasang terpaksa Tuk dengarkan ocehan rombengnya Kaleng karat Bibir dua belas. Berceloteh r...

Membaca Sesuatu Yang Langka.

Hari buku kemarin. Semua di beranda facebook, twitterku selalu bertema tentang buku. Kuis buku ramai menawarkan hadiah buku cuma-cuma hanya dengan melike status info, bagikan, dan komentar seputar buku. Buku-buku yang ditawarkan sungguh membuat mata ngiler . Betapa tidak, bukunya judul dan penulisnya sudah BestSeller. Siapa yang tidak mau, hayo? Aku tertarik. Dan terima kasih banyak kepada teman-teman FB penulis yang tag namaku. Ternyata banyak. Alhamdulillah masih diinget mereka dalam hal berbagi manfaat. Sayangnya kesibukan di kantor, pulang molor sampai rumah. Belum lagi memenuhi hak balitaku, dan tubuhku, hingga tak sempat ikutan. Hanya like saja status dari mereka. Hari Buku telah berlalu kemarin. Euforia buku di beranda FBku masih terasa juga. Maklum, aku banyak berteman dengan penulis dan penerbit. Hehe. Bukan apa-apa, ini demi menunjang hobi yang senang nulis, dan baca. Mereka selalu menyajikan hal-hal yang menarik untuk dibaca, disimak di berandaku tentang status mereka di F...

HASRAT MEMBACA BUKU TERUSLAH MENGALIR.

Antara kejenuhan dan imajenasi. Buku adalah sarana untuk berlayar ke segala penjuru dunia. Menggali ilmu dengan membaca pengetahuan yang termaktub dalam kertas berjilid-jilid bernama buku. Aku bisa mengeja huruf dan membaca sejak kelas tiga SD. Itu adalah anugerah terbesar dalam hidup. Kedua orang tuaku amat sangat bersyukur. Sampai mencium kening dan pipi karena sudah bisa membaca. Mereka merasa lega, meski masih menjadi buah pikiran lagi. Yakni aku harus bisa menghitung dan menulis. Setelah bisa membaca saat duduk di sekolah dasar itu. Aku mulai lebay untuk membaca setiap apapun. Terlebih kata-kata juga kalimat yang terpajang di jalanan. Seperti di sekolahan, papan reklame & banner, lalu plat alamat rumah orang-orang yang ada di depan pintu mereka. Serasa senang dan nikmatnya bisa membaca.  Ada yang membuatku terkenang ketika sedang senang-senangnya membaca itu terjadi waktu smp. Bungkusan koran dan majalah bekas untuk bungkusan alas makanan gado-gado --daganganny...

PROMO BUKU DUETKU & MBAK RIEBUN CAHAYA :D

Judul Buku: Nyook Kite Ngumpul! Penulis: Rosi Ochiemuh & SH Kusuma Jumlah Halaman: 239 hal Dimensi: 14x21 cm Penyunting: Ichi Kudo Tata Letak: Ichi Kudo Desain Sampul: Ichi Kudo Penerbit: LovRinz Publishing Harga: Rp 49.000,- Kumpulan cerita NYOOK KITE NGUMPUL! mengajak kalian semua menikmati keseruan kisah-kisah di dalamnya. Pantengin kisah Aladin bersama Bimbim dan Ucok, yang mencoba menguak isu Kolor Ijo di Kampung Duren dalam GENTAYANGAN, jangan lewatkan pula kisah mereka saat melawan sejumlah preman di SEMAKIN MAJU KE DEPAN, lalu bagaimana Aladin dan Ucok bisa berurusan dengan para pemakai narkoba? Simak ceritanya di KEHILANGAN SOFI, dan keseruan cerita lainnya. Jangan lupa baca juga kisah Mail dan Zuki saat memburu cewek blasteran yang doyan ngedip-ngedipin mata dalam TARUHAN, lalu simak trik jitu mereka berdua saat menyelamatkan diri dari RAZIA RAMBUT, serta nikmati kesialan Mail saat mau memberi SUAPAN CINTA ke cewek gebetannya, dan masih bany...

CERPEN : RAHASIA MARIA_Oleh:Rosi Ochiemuh.

Rahasia Maria. Oleh : Rosi Ochiemuh. Keheningan malam menjadi momok menakutkan bagi Ely. Matanya selalu mengawasi setiap penjuru kamar, dapur, bahkan langit-langit rumah. Bukan karena takut kepada hantu. Tetapi sejak dia mengangkat dering telepon malam itu seminggu sebelumnya, teriakan wanita misterius dan ancaman meneror.  “Aaah!!” Suara teriakan itu mengangetkan neneknya yang tertidur di kamar sebelah.  “Ely, apa yang terjadi?” tanya nenek setelah gegas ke kamar Ely yang dalam keadaan terang.   “Nenek …, teriakan dan ancaman itu terbawa dalam mimpiku.” “Teriakan apa? Ancaman apa?” Dahinya mengekerut. Wanita sepuh itu memandangi sekeliling kamar Ely.    “Itu yang kutakutkan, Nek. Suara ancaman dan teriakan seorang wanita. Dari balik suara telepon berdering.” Nenek menatap Ely lekat, dan mengelus kepalanya dengan lembut.  “Mungkin kamu lupa membaca do’a sebelum tidur, Sayang. Nenek belum pernah mendengarkan it...

SARINAH BERSAMAMU_CERPEN_Karya : Rosi Ochiemuh.

SARINAH BERSAMAMU Oleh : Rosi Ochiemuh.             / Ibu. Di langit-langit kamar selalu saya pandangi dengan dalam, ketika kesedihan melanda. Napas seakan sesak dirasa. Kenapa hidup saya seperti ini yang selalu tertoreh air mata, berpoles warna kelabu? Betapa sesaknya dada saat anak saya melukai hati dengan sikapnya. Begitu tidak pedulikah dia pada perempuan tua ini. Anak lelaki saya seperti sedang menghukum ibunya. Saya merasa dihukum oleh dia atas kelalaian selama ini menjadi orang tua.             Bangun tidur yang dipanggilnya bukan ibu, melainkan nama perempuan lain. “Bibi Sarinah! Kemana dirimu?” gumam anak lelaki saya. Dia memanggil nama orang lain di hadapan saya. Betapa kesalnya hati. Siapa yang selama ini telah melahirkanmu, Nak? Merawatmu dan menafkahkanmu? Kalau bukan saya siapa, Nak? Keluh dalam hati yang semakin menjadikan ocehan ini ...