Langsung ke konten utama

PROMO BUKU DUETKU & MBAK RIEBUN CAHAYA :D

Judul Buku: Nyook Kite Ngumpul!

Penulis: Rosi Ochiemuh & SH Kusuma


Jumlah Halaman: 239 hal

Dimensi: 14x21 cm

Penyunting: Ichi Kudo

Tata Letak: Ichi Kudo


Desain Sampul: Ichi Kudo


Penerbit: LovRinz Publishing


Harga: Rp 49.000,-

Kumpulan cerita NYOOK KITE NGUMPUL! mengajak kalian semua menikmati keseruan kisah-kisah di dalamnya.

Pantengin kisah Aladin bersama Bimbim dan Ucok, yang mencoba menguak isu Kolor Ijo di Kampung Duren dalam GENTAYANGAN, jangan lewatkan pula kisah mereka saat melawan sejumlah preman di SEMAKIN MAJU KE DEPAN, lalu bagaimana Aladin dan Ucok bisa berurusan dengan para pemakai narkoba? Simak ceritanya di KEHILANGAN SOFI, dan keseruan cerita lainnya.

Jangan lupa baca juga kisah Mail dan Zuki saat memburu cewek blasteran yang doyan ngedip-ngedipin mata dalam TARUHAN, lalu simak trik jitu mereka berdua saat menyelamatkan diri dari RAZIA RAMBUT, serta nikmati kesialan Mail saat mau memberi SUAPAN CINTA ke cewek gebetannya, dan masih banyak lagiii...!

Lebih dari 50 cerita gokil dalam satu buku ini layak menjadi bacaan favorit kalian. Cocok buat para Ibu Rumah Tangga sebagai obat penghilang jenuh selain nonton drama Turki, pas buat mahasiswa yang pengen nostalgia masa remaja, dan pastinya orang kantoran yang lagi ada deadline kerjaan, dijamin pusingnya ilang baca buku ini.

Satu lagi, untuk para Jomblowers, dijamin nggak akan ngerasa kesepian lagi dan bakal terhibur abis baca bukunya. Karena ada rasa persamaan kamu sama tokoh-tokoh serianya. So, buruan serbuuu ...! Jangan sampai kehabisan. Bisa pesan ke akun FB Rosi Ochiemuh, Riebun Cahaya, atau Penerbit LovRinz.


Cc : Riebun Cahaya ( SH.Kusuma )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK ( Cerpen-Rosi Ochiemuh )

** Diterbitkan pertama kali oleh : Majalah SIMALABA.net. Semarak Malam Minggu. Edisi Redaksi No.21. Sabtu, 02-Juni-2018. Tubuhku terpental masuk ke tempat bernuansa hijau. Hijau kelabu, hijau pastel, hijau muda, hijau terang, hijau daun, hijau lumut. Retinaku sakit sekali. Aku belum pernah ke tempat aneh ini. Tempat anomali di hadapanku orang-orang kulitnya seputih susu. Kendaraan mereka bukan dari mesin kaleng. Aku berpikir ini bukan bumi. Mereka lirik aku yang kebingungan. Kedua alis dan kening mereka berkerut seolah aku makhluk aneh di tempat ini. Kulitku sawo matang, rambut keriting hitam, mata bundar, hidung bulat, tinggi satu setengah meter. Mereka semua lebih pendek dariku. Mungkin setengah meter tingginya. Rambut mereka keperakan, hidung mancung, pupil mata hijau, jari-jari tangan lentik, kakinya jenjang, sepertinya mereka tidak berjenis kelamin karena postur mereka semua sama. Satu per satu mendekat, aku tidak bisa melihat keadaan. Mereka berkerumun, aku terduduk...

Namanya Arang (Cerpen Rosi Ochiemuh)

Cerpen ini dibuat dengan judul : Arang yang tak diharapkan. Kemudian direvisi dan judulnya saya ganti, lalu dishare diblog pribadi ini. Ang , panggilannya dari kepanjangan namanya—Arang. Entah mengapa kakeknya memberi nama itu. Tanpa nama belakang misalkan nama ayah, kakek atau ibu seperti nama temannya di sekolah. Hanya satu kata itu; Arang. Warna kulit yang bertolak belakang dengan makna namanya. Kulitnya seputih batu pualam, wajah tampan, bermata sipit indah, rambut hitam lebat, dan dua bola matanya kecokelatan. Semua orang berkata bahwa Arang anak laki-laki yang menarik. Kelak, saat dewasa banyak perempuan yang tertarik.  “Untuk apa kamu bertanya terus. Ibumu menitipkan kamu pada kami. Meski begitu akhir hidupnya, Nenek selalu sayang kamu dan ibumu,” ujar neneknya waktu itu saat pemuda itu selalu mendesak dengan pertanyaan. *** Arang, lelaki yang kuat. Bahkan kekuatan fisiknya terpancar sejak usia delapan tahun. Tubuhnya paling bongsor di antara anak-anak lain...

[CERPEN] "MATA-MATA HITAM" : Karya; Rosi Ochiemuh.

( Dimuat di Koran Harian Amanah, Edisi Hari Sabtu, 15-Oktober-2016)  Mata-mata hitam kecil bermunculan dari irisan daging sapi tanpa tulang yang baru akan diirisnya. Yatmo membelalak histeris dengan penampakan itu. Merasa ada yang ganjil dengan daging yang akan diolahnya, segera dia memanggil Keken—istrinya yang sedang menyusui bayi mereka di kamar.             “Bu! Kamu harus lihat. Daging ini aneh, bermata hitam, hidup, banyak sekali!” teriak Yatmo panik.             “Apa sih, Pak? Daging itu biasa saja, nggak ada mata atau apa pun,” jawab Keken memeriksa irisan daging dengan teliti. Yatmo mengucek mata lagi. Namun daging itu masih bermunculan mata-mata kecil. Seperti mata manusia bentuknya namun berukuran kecil, hitam dan berkedip-kedip. Yatmo makin ketakutan lantas pergi meninggalkan dapurnya. Keken terbengong dengan tingkah suaminya.    ...