Langsung ke konten utama

Tangan-Tangan Kerdil. (Kelas_Religi)


Oleh : Rosi Ochiemuh.

"Kok, ngasih segini lagi, Tong?!" Ketusnya.

"Maaf, Bos. Sedang sepi. Akhir-akhir ini selalu ada razia pengemis."

"Pokoknya Gue nggak mau tahu. Lo pada harus dapetin duit lebih banyak lagi!"

Lelaki bertubuh tambun itu marah. Uang hasil pendapatan anak buahnya dirampas cepat. Sambil menghitung puluhan lembar demi lembar rupiah yang kumal, juga recehan-recehan di kaleng-kaleng susu bekas. Dia—bos pengemis di Ibu Kota. Mengolah bisnis rahasia itu sejak hampir lima tahun terakhir. Namun setahun terakhir ini, pendapatan anak buahnya sangat sedikit. 
   


Bisnis pengemis Pak Kemal begitu menggiurkan. Bayangkan saja, jika satu orang anak buahnya memiliki pendapatan seratus sampai lima ratus ribu dalam satu hari, dikalikan dua puluh orang pengemis asuhannya dari usia anak-anak  sampai orang tua. Disetorkan penghasilan sehari itu padanya, dia bisa meraup keuntungan jutaan rupiah dalam satu hari! Bisnis fantastis tanpa harus bekerja keras.
             
Duduk manis di rumah. Setelah senja dia menagih uang hasil mengemis anak buahnya. Rumahnya mewah, dengan dua mobil avanza. Dia menggaji anak buahnya dengan dua puluh persen dari pendapatan mereka sehari setelah mengemis di jalanan kota. Mata hati dan keimanan Kemal semakin menghitam dan tertutup. Tetapi Allah.SWT Yang Maha Melihat lagi Mendengar tidak pernah sedikit pun lalai dari keburukan hamba-Nya.

Kemal jarang sekali berkumpul dengan tetangganya lantaran dia tidak suka dinasihati. Semua warga sudah berusaha untuk memberitahukan bahwa bisnisnya itu melanggar ajaran agama Islam, tidak halal dan merugikan orang lain. Namun, Kemal tetap bersikukuh bahwa bisnisnya itu hanyalah miliknya. Bahkan sedikitpun harta Kemal tidak pernah disedekahkan. Ketika para remaja masjid meminta sumbangan untuk mengadakan perayaan Muharam, dia malah mencaci maki para remaja masjid yang membuat mereka tidak mau lagi meminta sumbangan pada Kemal.

Zaenab, istri Kemal pun sama. Dia bahkan selalu memakai perhiasan emas di tubuhnya yang molek dan cantik. Kalung, cincin dan anting. Pun tidak berhijab. Sudah berpuluh-puluh kali ibu-ibu sering mengajaknya untuk ke majelis pengajian, tetapi selalu ditolak Zaenab dengan ketus. Alasannya, dia tidak hobi mengaji. Zaenab pun sering kasar pada pedagang sayur, lantaran sayur dan lauk pauk kesukaannya telah dijual oleh di tukang sayur.
           
Kemal terpedaya oleh dosa yang semakin menumpuk, menggumpal bak asap yang makin menebal. Nasihat dan teguran warga lewat saja dari lubang telinga. Kemal Terhanyut dalam pusaran arus hitam yang siap menggiringnya ke neraka jahanam tanpa disadari. Bahkan Kemal lalai mengajarkan istrinya untuk berbuat kebaikan dan menjalankan ibadah. Suatu waktu Allah bisa saja memberikan teguran tak terduga bagi hamba-Nya yang lalai dan berdosa, dengan cara-Nya yang tidak diduga. Tanpa diminta dan diinginkan oleh hamba-Nya.

***

“Zaenab, Masaknya sudah?!” teriak Kemal pada istrinya dari teras atas.

“Sebentar lagi masakannya jadi,” jawab istrinya.

Istrinya kebingungan karena tiba-tiba tabung gas elpiji hijau itu habis gasnya. Dia buru-buru memasang regulator ke tabung gas. Selama memasang gas, Zaenab tidak pernah merasa takut kebocoran gas. Tapi kali ini kecerobohan Zaenab berakibat fatal. Regulator bocor, gas bau menyebar kemana-mana dari tabung gas elpiji yang masih penuh, tanpa di sadari. Zaenab malah menyalakan kompor gas. Dan … Bum!
             
Kemal kaget mendengar suara itu yang sejak tadi duduk di teras atas, dia terpelanting dari tempat duduknya. Kemal langsung turun dan mencium bau kebakaran, asap pekat telah menguasai rumahnya. Dia panik, ketika ruang dapur panas dan menyala-nyala karena api telah rata meruak. Seketika ruangan dapur dan ruang tamu panas, meleleh dindingnya dan ambruk.

“Zaenab! Zaenab!” Teriak Kemal memanggil istrinya yang mungkin terperangkap oleh kobaran api dalam dapur.  Tak sadar, Kemal lalu menyelamatkan dirinya sendiri tanpa berpikir lagi untuk menyelamatkan istrinya. Dia berlari dan berteriak histeris meminta bantuan pada warga. Api semakin berkobar, warga berdatangan, berusaha ikut memedamkan api. Mereka pun tidak ingin api menyambar sadis ke rumah-rumah mereka. Pemadam kebakaran sudah dipanggil. Tetapi belum datang juga ke TKP.
          
 Kemal shock dan kalang kabut, ingin menyelamatkan harta bendanya juga istrinya, tetapi api semakin membakar hampir seluruh isi rumah, lantai atas, garasi dan mobil-mobilnya. Sirine berbunyi, pemadam kebakaran datang dan langsung beraksi. Berusaha melaksanakan tugas untuk memadamkan api yang berkobar ganas. Herannya, api itu tidak bergerak ke kanan atau ke kiri menyambar bangunan yang lain, meski saat itu angin berseliweran kencang. Kobaran api membakar naik ke atas.
             
Akhirnya pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar rumah beserta isinya. Rumah Kemal yang sangat dia banggakan. Kemal tertuduk lemas. Seperti orang kehilangan akal dia berteriak-teriak. “Harta Gue! Tolongin harta Gue! Istri Gue! Tolong!” teriaknya histeris. Semua warga yang berkerumun mulai kasihan pada Kemal. Kemal diungsikan ke masjid terdekat. Diberi air minum, direbahkan, diberi kekuatan oleh warga dan penjaga masjid.

“Sabar, Pak Kemal. Ini musibah. Mungkin ada yang salah dari cara hidup, kita,” ucap penjaga masjid menenangkan. Dia tahu, bahwa lelaki yang disampingnya itu sedang ditegur oleh-Nya.

Kemal terdiam limbung. Di TKP, polisi menemukan jasad istrinya yang hangus terbakar dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Istri yang dibanggakannya itu yang bertubuh molek dan cantik rupawan, meski belum memberikannya keturunan. Kemal makin histeris. Penjaga masjid itu kemudian meninggalkannya sementara.

Azan Zuhur berkumandang. Kemal masih limbung bersandar di dinding masjid. Warga sengaja mendiamkannya dahulu, hingga diwaktu yang tepat, Kemal akan dibujuk untuk makan dan minum. Disaat inilah Kemal terdiam mendengarkan azan berkumandang. Dia merasakan hatinya tentram. Tak dirasa air mata meleleh tiada henti.

Kemal terdiam, lalu terisak. Entah apakah saat itu juga Allah memberikan teguran sekaligus hidayah padanya. Kemal menangis sesenggukan ketika para jamaah sedang melaksanakan solat. Dia menangis sesenggukan, dalam keadaan itu, dia bersujud lama. Seperti meminta ampun kepada sesuatu. Sesenggukan yang semakin membuat para jamaah di masjid mengiba.

“Pak Kemal,” tegur penjaga masjid dengan lembut menepuk pundaknya.

Kemal bangun dan memeluk penjaga masjid tersebut.

“Sudah, Pak. Ini musibah. Kejadian ini adalah isyarat dari-Nya agar bapak kembali pada ajaran-Nya.”

Kemal mengangguk. Mulutnya terkatub rapat sejak tadi. Tangisannya makin membuncah. Entah rasa memuncak apa yang dirasakan saat itu. Penyesalan atau ketidak-ikhlasan hati karena kehilangan segala yang dia punya.

“A-astagfirullahalaziim …, saya tahu jalan saya salah, saya sekarang bangkrut, saya tidak punya apa-apa lagi. Apakah Allah masih menerima saya yang bangkrut ini?” Tiba-tiba suara parau Kemal membuat penjaga masjid takjub. Apakah ini keajaiban-Nya?

“Subhanallah! Pak Kemal, Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia selalu menerima pertobatan hamba-Nya.”

Tubuh Kemal melemas, raganya seperti ringan tertiup angin karena merasa lega dengan pengakuannya. Rasanya ia ingin hijrah dari masa sekarang ke masa depan. Kehilangan membuat mata hatinya terbuka meski terpaksa terluka dan merasakan pil paling pahit sedunia.

Cikarang, 04-November-2015. Copy paste dari #KelasReligi di grup. Dipoles lagi sedikit. 
.
Tulisan ini banyak kurangnya ... belajar lagi. :D



           
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TIDAK SALAH (Eps.2)

Kau tahu bagaimana menjadi dirimu sendiri? Tetapi itu semua masih belum bisa menjadikan dirimu apa adanya. Terkadang cinta terlihat manis dan masa lalu itu menyebalkan. Tapi yang menyebalkan adalah bersembunyi dari kenyataan. Putri Kaca. Kakek jarang mengajak aku bercerita sewaktu kecil dulu. Hanya Nenek yang rajin bertanya tentang sekolahku, temanku dan keadaan bapak, ibu dan adik. Saat bertandang ke rumah mereka, aku selalu kagum pada kecantikan dua kakak sepupu perempuan yang usianya lebih tua empat tahun dariku. Yang satu bernama Mary, dan yang satunya bernama Elis. Mary yang paling sempurna dari kami semua. Tubuhnya tinggi, kulitnya langsat, hidung bangir, matanya bundar hitam, rambutnya lurus berkilau, berlesung dagu dan pipi. Dia termasuk siswi paling pandai di sekolahnya. Elis, wajahnya ayu, manis, hidungnya mancung, kulitnya langsat, berambut gelombang, tubuhnya sintal dan tidak terlalu tinggi seperti Mary. Dia cucu perempuan tertua dari Kakek dan Nenekku dari...

#GA_SAUJANA_HATI

RESENSI BUKU. . OLEH : ROSI OCHIEMUH. Judul Buku : SAUJANA HATI . Penulis : SuEff Idris . Jenis Buku : Novel ( Fiksi ) . Nama Penerbit : LovRinz Publishing . Tahun Terbit : Copyright © 2015, by SuEff Idris. . Tahun Cetak : Cetakan Pertama Februari 2015 . Jumlah Halaman : Viii + 298 Halaman. . Jenis Kertas : Book Paper . ISBN         : 978-602-72035-4-9 . Harga Buku : Rp. 59.000 . .  “Apakah cinta? Cinta barangkali memang bukan untuk dijelaskan, tapi dibiarkan mengalir apa adanya. Seperti dalam novel Saujana Hati, kisah tentang dua orang yang saling mencintai, tapi mereka tak saling mengungkapkan perasaan. Suatu saat ketika keduanya bertemu kembali, semua sudah terlambat.” .  Tokoh-tokoh dalam novel ini terbawa arus takdir yang tidak bisa mereka tolak. Beragam persoalan hidup; penyakit kronis yang diderita tokoh “aku”, cinta segitiga yang melibatkan kakak—adik, terkait pada nilai-nilai agama hingga kematian, diramu dalam bahasa yang c...

Buku Antalogi Pertamaku

Bermula hasil dari coba-coba ikutan event kepenulisan di facebook yang diselenggarakan oleh penerbit indie, yakni penerbit asrifa. Aku tertarik ikut karena temanya membahas seputar kisah di kantor. Dan Alhamdulillah cerpenku lolos masuk menjadi bagian dari buku ini. Tulisan cerpenku bersanding dalam buku ini bersama dengan para penulis yang sudah berpengalaman. Setelah bukunya di kirim ke alamat kantor dan dibaca lembar demi lembar ternyata bagus-bagus dan inspiratif isinya. Juga ada tips untuk para karyawan dan bos untuk hubungan keharmonisan dalam kerjasama yang baik. Jika Anda tertarik, bisa menghubungi alamat email saya: ochiemuh18@gmail.com atau alamat facebook: rosi.jumnasari@facebook.com. Karena buku adalah inspirasi dalam kehidupan.