Langsung ke konten utama

Bukit Mata ( Cerpen )

Oleh: Rosi Ochiemuh.

Sesuatu akan terjadi di balik bukit itu. Bukit Mata. Namanya Bukit Mata yang hampir mirip sekali dengan dua mata manusia yang sedang terpejam. Entahlah, apakah dahulu bukit tersebut adalah jelmaan raksasa yang dikutuk tertidur hingga menjadi batu dan matanya menonjol menjadi dua perbukitan.

Pepohonan di sana jika di bulan purnama akan hidup. Seperti perkumpulan para manusia di alam fana ini. Aku tidak tahu jika itu benar. Namun satu pohon kecil bernama pohon Angsana itu sering duduk sendiri di kaki bukit mata. Dia sedang menunggu seorang manusia berhati suci dan bersih dari jaman sebelum kemerdekaan. Dia ingin manusia itu memeluknya dengan kesungguhan hati, agar Angsana kecil itu bisa berubah menjadi seorang anak manusia juga.

Konon, Angsana kecil itu adalah jelmaan seorang anak raja yang masih kecil. Dia bermain di hitan Bukit Mata sendirian. Karena kesalahannya meludah sembarangan di antara dua pohon besar. Dia berubah menjadi pohon Angsana kecil. Aku tidak tahu namanya siapa. Pasti dia dahulu adalah seorang anak kecil yang sangat ceria, lucu dan menggemaskan.

Ternyata anak kecil itu seorang anak gadis. Tepatnya dia adalah gadis kecil yang mengharapkan seorang manusia dari jaman sebelum kemerdekaan, laki-laki gagah untuk datang memeluknya dengan sepenuh hati. Dari lubuk hati terdalam.

"Aku membutuhkan pelukan itu, karena jika aku dipeluk oleh manusia itu, maka aku akan berubah jadi manusia lagi," gumamnya bersama angin.

"Kau, tahu awan ..., mungkin saat ini ayah dan ibuku sudah meninggal dunia. Lelah mencariku yang hilang menurut mereka. Padahal aku di perbukitan ini. Aku diubah menjadi pohon. Mereka mengubahku karena sangat menyukaiku. Mereka bilang, bahwa aku satu-satunya yang kecil diantara mereka," gumamnya lagi.

Tetapi gumamannya itu hanya terdengar oleh kelompok sejenisnya saja. Hanya didengar oleh serangga, angin, awan, dan Bukit Mata. Karena mereka bisa berbicara semaunya dengan bahasa mereka sendiri. Sedangkan manusia, tidak pernah bisa merasakan bahwa mereka bisa bicara.

*Bersambung..... 05-Nov-2015...Cikarang.,
Sedang mencoba mengasah nulis cerita lagi. Hehe.. tetapi ternyata harus bisa fokus dengan tema dan ide cerita... ini baru permulaan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TIDAK SALAH (Eps.2)

Kau tahu bagaimana menjadi dirimu sendiri? Tetapi itu semua masih belum bisa menjadikan dirimu apa adanya. Terkadang cinta terlihat manis dan masa lalu itu menyebalkan. Tapi yang menyebalkan adalah bersembunyi dari kenyataan. Putri Kaca. Kakek jarang mengajak aku bercerita sewaktu kecil dulu. Hanya Nenek yang rajin bertanya tentang sekolahku, temanku dan keadaan bapak, ibu dan adik. Saat bertandang ke rumah mereka, aku selalu kagum pada kecantikan dua kakak sepupu perempuan yang usianya lebih tua empat tahun dariku. Yang satu bernama Mary, dan yang satunya bernama Elis. Mary yang paling sempurna dari kami semua. Tubuhnya tinggi, kulitnya langsat, hidung bangir, matanya bundar hitam, rambutnya lurus berkilau, berlesung dagu dan pipi. Dia termasuk siswi paling pandai di sekolahnya. Elis, wajahnya ayu, manis, hidungnya mancung, kulitnya langsat, berambut gelombang, tubuhnya sintal dan tidak terlalu tinggi seperti Mary. Dia cucu perempuan tertua dari Kakek dan Nenekku dari...

#GA_SAUJANA_HATI

RESENSI BUKU. . OLEH : ROSI OCHIEMUH. Judul Buku : SAUJANA HATI . Penulis : SuEff Idris . Jenis Buku : Novel ( Fiksi ) . Nama Penerbit : LovRinz Publishing . Tahun Terbit : Copyright © 2015, by SuEff Idris. . Tahun Cetak : Cetakan Pertama Februari 2015 . Jumlah Halaman : Viii + 298 Halaman. . Jenis Kertas : Book Paper . ISBN         : 978-602-72035-4-9 . Harga Buku : Rp. 59.000 . .  “Apakah cinta? Cinta barangkali memang bukan untuk dijelaskan, tapi dibiarkan mengalir apa adanya. Seperti dalam novel Saujana Hati, kisah tentang dua orang yang saling mencintai, tapi mereka tak saling mengungkapkan perasaan. Suatu saat ketika keduanya bertemu kembali, semua sudah terlambat.” .  Tokoh-tokoh dalam novel ini terbawa arus takdir yang tidak bisa mereka tolak. Beragam persoalan hidup; penyakit kronis yang diderita tokoh “aku”, cinta segitiga yang melibatkan kakak—adik, terkait pada nilai-nilai agama hingga kematian, diramu dalam bahasa yang c...

Buku Antalogi Pertamaku

Bermula hasil dari coba-coba ikutan event kepenulisan di facebook yang diselenggarakan oleh penerbit indie, yakni penerbit asrifa. Aku tertarik ikut karena temanya membahas seputar kisah di kantor. Dan Alhamdulillah cerpenku lolos masuk menjadi bagian dari buku ini. Tulisan cerpenku bersanding dalam buku ini bersama dengan para penulis yang sudah berpengalaman. Setelah bukunya di kirim ke alamat kantor dan dibaca lembar demi lembar ternyata bagus-bagus dan inspiratif isinya. Juga ada tips untuk para karyawan dan bos untuk hubungan keharmonisan dalam kerjasama yang baik. Jika Anda tertarik, bisa menghubungi alamat email saya: ochiemuh18@gmail.com atau alamat facebook: rosi.jumnasari@facebook.com. Karena buku adalah inspirasi dalam kehidupan.