Si Kelana Bodoh.
Oleh : Rosi Ochiemuh.
Dilamannya penuh ambisi berbaris-baris
Deretan agenda penuh mistis dan berbasis
Tertulis bilangan-bilangan fantastis
humanis pikirnya, berbalut realistis
Mencari rumus bilangan-bilangan impian
membentang, melebar penuh kejutan
jantung semakin kencang memompa
meruak semangat dunia hingga ke ubun-ubunnya
Berdialog dengan khayalan yang tersusun rapi
Dari pagi menjelang pagi
tiada kesudahan merangkai mimpi
Tiada tahu lantunan merdu memanggilnya
panggilan indah dari Tuhannya
"Haiya 'alassholaah!"
"Haiya 'alassholaah!"
Tergugu di kesibukan yang semakin seru
berkejaran dengan waktu
Terkukung melengkung
berlomba-lomba dengan ambisi berbaris rapi
Berulang panggilan indah dari Tuhannya
serunya sampai lima kali dalam sehari
tiada tergerak jasadnya yang berdetak hangat
dia bergelut seru dengan impian menggunung
pikirannya berdialog pada geliat agenda-agenda
alangkah bodoh hati dan jiwanya
dia duakan Tuhannya,
dia acuhkan panggilan Tuhannya
lima kali dalam sehari
Panggilan kemudian dari Tuhannya
Tanpa disadari, mata mendelik karena kejutan
Jiwa dipaksa lepas dari jasadnya
Siap tak siap, datang kepada Tuhannya
dalam keadaan tak mengenal Tuhannya
Aduhai celaka!
Ciakrang, 27-November-2015 ( Rosi.Js)
Oleh : Rosi Ochiemuh.
Dilamannya penuh ambisi berbaris-baris
Deretan agenda penuh mistis dan berbasis
Tertulis bilangan-bilangan fantastis
humanis pikirnya, berbalut realistis
Mencari rumus bilangan-bilangan impian
membentang, melebar penuh kejutan
jantung semakin kencang memompa
meruak semangat dunia hingga ke ubun-ubunnya
Berdialog dengan khayalan yang tersusun rapi
Dari pagi menjelang pagi
tiada kesudahan merangkai mimpi
Tiada tahu lantunan merdu memanggilnya
panggilan indah dari Tuhannya
"Haiya 'alassholaah!"
"Haiya 'alassholaah!"
Tergugu di kesibukan yang semakin seru
berkejaran dengan waktu
Terkukung melengkung
berlomba-lomba dengan ambisi berbaris rapi
Berulang panggilan indah dari Tuhannya
serunya sampai lima kali dalam sehari
tiada tergerak jasadnya yang berdetak hangat
dia bergelut seru dengan impian menggunung
pikirannya berdialog pada geliat agenda-agenda
alangkah bodoh hati dan jiwanya
dia duakan Tuhannya,
dia acuhkan panggilan Tuhannya
lima kali dalam sehari
Panggilan kemudian dari Tuhannya
Tanpa disadari, mata mendelik karena kejutan
Jiwa dipaksa lepas dari jasadnya
Siap tak siap, datang kepada Tuhannya
dalam keadaan tak mengenal Tuhannya
Aduhai celaka!
Ciakrang, 27-November-2015 ( Rosi.Js)
Komentar
Posting Komentar