Langsung ke konten utama

FF_2__SUARA-SUARA KERAS ( Clue Kotak Hitam )



SUARA-SUARA KERAS.

Oleh : Rosi Ochiemuh.

“Kau penyembah berhala. Penyembah benda mati!”

Aku terperanjat dari tempat duduk. Wajah basah berkeringat, rasanya seperti habis berlari jauh. Penumpang yang duduk di sebelahku menangkap ekspresiku saat itu.

“Ada apa, Pak?” tanyanya.

Aku menarik napas panjang. Memejamkan mata dengan pelan dan membukanya lagi.  Sejak tadi suara-suara keras itu menggema di telinga. 

“Sejak tadi saya mendengar suara-suara yang keras. Tetapi ketika melihat sekeliling dalam pesawat, tidak ada yang berbicara satu pun termasuk Adik,” ucapku lirih.

Dia memandangi wajahku. Kami bersitatap, mungkin dia berpikir aku mengalami sesuatu yang tak wajar.

“Coba bapak bertayamum,” ucapnya dengan senyum.

Rasanya aku belum pernah mempraktikannya. Hanya pernah belajar cara bertayamum. Berwudhu pun jarang kulakukan. Kesibukan berbisnis membuatku semakin lupa. Tapi jika ada kesempatan umrah, aku tidak pernah melewatkannya.

“Saya coba, Dik.”

Pemuda itu kembali memintal biji-biji tasbih di jemarinya. Bibirnya basah dengan zikir. Sedang aku kembali memejamkan mata untuk istirahat setelah bertayamum. Mencoba merasakan ketenangan yang begitu sulit kudapat sejak tadi dalam pesawat.

“Kau penyembah kotak hitam! Kau berbuat syirik!”

“Tidak!”

Pemuda itu langsung kaget dengan teriakanku yang spontan.

“Istighfar, Pak! Ada apa lagi?” tanyanya.

“Suara itu lagi …, membuat saya tidak tenang.”

“Boleh saya bertanya? Apa yang bapak perbuat sebelum berangkat umrah?”

Aku terdiam mendengar pertanyaannya, kupegangi pelipisku tiba-tiba mendadak panas, padahal sebelumnya aku sehat walafiat.

“Ini keberangkatan umrah yang kelima kali. Saya pergi umrah agar bisnis saya seperti tahun-tahun kemarin bertambah maju,” jawabku tiba-tiba. Entahlah mulut ini lancar berbicara selaras dengan isi hati. Aku jadi malu pada pemuda itu.

Pemuda itu menatapku lama dan menggeleng pelan.

“Setiap ibadah tujuannya Allah, Pak. Mubazir jika uang untuk ibadah umrah niatnya salah.”

Ucapannya menohok hati. Badan ini makin panas membuatku tak berdaya. Aku terdiam lama dan mencerna ucapannya. Bibirku lalu beristigfar. Tiba-tiba badanku melemas dan semua terasa gelap. Saat membuka mata lagi, aku mendapati diri ini di depan Kabah sendirian dan di sekitarnya bersuhu panas.

TAMAT.

(KelasFF Loverinz... Pokoknya keren banget kelasnya :D)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK ( Cerpen-Rosi Ochiemuh )

** Diterbitkan pertama kali oleh : Majalah SIMALABA.net. Semarak Malam Minggu. Edisi Redaksi No.21. Sabtu, 02-Juni-2018. Tubuhku terpental masuk ke tempat bernuansa hijau. Hijau kelabu, hijau pastel, hijau muda, hijau terang, hijau daun, hijau lumut. Retinaku sakit sekali. Aku belum pernah ke tempat aneh ini. Tempat anomali di hadapanku orang-orang kulitnya seputih susu. Kendaraan mereka bukan dari mesin kaleng. Aku berpikir ini bukan bumi. Mereka lirik aku yang kebingungan. Kedua alis dan kening mereka berkerut seolah aku makhluk aneh di tempat ini. Kulitku sawo matang, rambut keriting hitam, mata bundar, hidung bulat, tinggi satu setengah meter. Mereka semua lebih pendek dariku. Mungkin setengah meter tingginya. Rambut mereka keperakan, hidung mancung, pupil mata hijau, jari-jari tangan lentik, kakinya jenjang, sepertinya mereka tidak berjenis kelamin karena postur mereka semua sama. Satu per satu mendekat, aku tidak bisa melihat keadaan. Mereka berkerumun, aku terduduk...

Namanya Arang (Cerpen Rosi Ochiemuh)

Cerpen ini dibuat dengan judul : Arang yang tak diharapkan. Kemudian direvisi dan judulnya saya ganti, lalu dishare diblog pribadi ini. Ang , panggilannya dari kepanjangan namanya—Arang. Entah mengapa kakeknya memberi nama itu. Tanpa nama belakang misalkan nama ayah, kakek atau ibu seperti nama temannya di sekolah. Hanya satu kata itu; Arang. Warna kulit yang bertolak belakang dengan makna namanya. Kulitnya seputih batu pualam, wajah tampan, bermata sipit indah, rambut hitam lebat, dan dua bola matanya kecokelatan. Semua orang berkata bahwa Arang anak laki-laki yang menarik. Kelak, saat dewasa banyak perempuan yang tertarik.  “Untuk apa kamu bertanya terus. Ibumu menitipkan kamu pada kami. Meski begitu akhir hidupnya, Nenek selalu sayang kamu dan ibumu,” ujar neneknya waktu itu saat pemuda itu selalu mendesak dengan pertanyaan. *** Arang, lelaki yang kuat. Bahkan kekuatan fisiknya terpancar sejak usia delapan tahun. Tubuhnya paling bongsor di antara anak-anak lain...

[CERPEN] "MATA-MATA HITAM" : Karya; Rosi Ochiemuh.

( Dimuat di Koran Harian Amanah, Edisi Hari Sabtu, 15-Oktober-2016)  Mata-mata hitam kecil bermunculan dari irisan daging sapi tanpa tulang yang baru akan diirisnya. Yatmo membelalak histeris dengan penampakan itu. Merasa ada yang ganjil dengan daging yang akan diolahnya, segera dia memanggil Keken—istrinya yang sedang menyusui bayi mereka di kamar.             “Bu! Kamu harus lihat. Daging ini aneh, bermata hitam, hidup, banyak sekali!” teriak Yatmo panik.             “Apa sih, Pak? Daging itu biasa saja, nggak ada mata atau apa pun,” jawab Keken memeriksa irisan daging dengan teliti. Yatmo mengucek mata lagi. Namun daging itu masih bermunculan mata-mata kecil. Seperti mata manusia bentuknya namun berukuran kecil, hitam dan berkedip-kedip. Yatmo makin ketakutan lantas pergi meninggalkan dapurnya. Keken terbengong dengan tingkah suaminya.    ...