* Cerpen ini belum pernah ditayangkan di manapun. Saya tulis hanya sekadar menulis saja. ( Karya : Rosi Ochiemuh) Suara emak dalam ponsel kali ini membuat aku tidak bisa berkata-kata. Emak berpesan sekali lagi, jaga diri, jaga makanan, dan jangan makan yang instan-instan. Apalagi makanan olahan yang ada bahan pengawetnya. Aku mengiyakan dengan berdeham. Mengiyakan nasihat emak bukan berarti bisa melakukannya. Soal makanan, kami anak-anak rantau ini selalu ingin praktis saja. Maklumlah, demi mengejar waktu, berhemat, agar bisa memiliki apa yang kami impikan. Aku dan temanku—Fifah, tidak pernah masak. Kami mengontrak di kontrakan kecil, satu kamar dengan satu kamar mandi. Mana ada tempat memasak. Hanya saja Fifah memiliki penanak nasi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk menanak nasi, merebus makanan, dan masak mi instan. Kemarin-kemarin se...
Jika isi kepalamu sedang penuh, maka menulislah. Karena menulis adalah berbicara dengan diam dan pemikiranmu berjalan tertuang.