Langsung ke konten utama

Aku Mencintai Malam, dan Denyut-Denyut Warna Kota

Aku mencintai malam yang tak mampu memberiku mimpi yang indah. Saat tertidur pun rasanya mimpi itu hanya rangkaian berupa getir-getir siang hari yang panjang tercerai dan dibungkus aroma kecemasan gambar masa depan.

Malam tak seharusnya membuatku menggigil selepas menghabiskan hari penat di sepanjang trotoar. Kadang jalan tak semulus yang dikira olehku. Lampu-lampu lalu lintas terlihat bak pajangan jalan raya. Tak berarti apa-apa untuk membuat kota semakin teratur.

Kudengarkan suara bising kendaraan yang melintas. Kurasakan energi-energi penguasa berlompatan di sini. Jejak-jejak ego para pengendara kendaraan roda dua. Dan jejak-jejak mereka yang tak jemu untuk melewati jalanan kota meski selalu tak mulus.

Malam yang tak bisa membuat tempat yang kupijaki untuk diam sejenak. Denyut nadi kota ini terasa panjang. Seperti tak pernah berakhir dan kekal. Lajurnya terus melaju entah sampai ke mana akhirnya.

Kunikmati aroma malam yang tak mungkin bisa melihat kerlip bintang dari kota ini. Semua kerlip ada pada gedung-gedung menjulang tinggi, warna-warni. Lalu separuhnya gelap di bawah sana. Tanpa denyut kehidupan yang wajar. Keras dan terjal. Ditandai aroma kejahatan. Aku pun tak berdaya menghadapinya dan diam bersama gigilnya angin malam.

Sempat ingin menghakimi Tuhan tentang apa yang kurasakan. Seolah keadilan hanya ada pada yang bertaring tajam. Lalu tak adakah keberuntungan dari orang-orang jalanan serupaku? Langit atap yang tak selalu teduh. Bumi sebagai alas yang tak selalu damai. Begitu mahalnya membeli kedamaian di kota besar ini.

Damai bagi kalian tapi tidak bagi kami. Orang-orang pinggiran yang semakin dilupakan. Semakin ditenggelamkan oleh kerasnya hidup dan ego orang kota. Tak ada wajah yang harus kami tutupi selain wajah kemiskinan, kepapaan.

Tak bosan aku selalu lenyapkan perasaan kesal pada Tuhan. Tapi tak sanggup pula aku untuk terus menjalani hari-hari getir yang prihatin.

Aku mencintai malam, lebih dari diriku sendiri. Karena dengan itu bisa kurasakan lagi dunia dengan tegar tanpa harus kalah dari kehidupan.

#MyRoom. 22-Juli-2018.
Tulisan kecil tentang sosok aku orang pinggiran kota.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CINTA TIDAK SALAH (Eps.2)

Kau tahu bagaimana menjadi dirimu sendiri? Tetapi itu semua masih belum bisa menjadikan dirimu apa adanya. Terkadang cinta terlihat manis dan masa lalu itu menyebalkan. Tapi yang menyebalkan adalah bersembunyi dari kenyataan. Putri Kaca. Kakek jarang mengajak aku bercerita sewaktu kecil dulu. Hanya Nenek yang rajin bertanya tentang sekolahku, temanku dan keadaan bapak, ibu dan adik. Saat bertandang ke rumah mereka, aku selalu kagum pada kecantikan dua kakak sepupu perempuan yang usianya lebih tua empat tahun dariku. Yang satu bernama Mary, dan yang satunya bernama Elis. Mary yang paling sempurna dari kami semua. Tubuhnya tinggi, kulitnya langsat, hidung bangir, matanya bundar hitam, rambutnya lurus berkilau, berlesung dagu dan pipi. Dia termasuk siswi paling pandai di sekolahnya. Elis, wajahnya ayu, manis, hidungnya mancung, kulitnya langsat, berambut gelombang, tubuhnya sintal dan tidak terlalu tinggi seperti Mary. Dia cucu perempuan tertua dari Kakek dan Nenekku dari...

#GA_SAUJANA_HATI

RESENSI BUKU. . OLEH : ROSI OCHIEMUH. Judul Buku : SAUJANA HATI . Penulis : SuEff Idris . Jenis Buku : Novel ( Fiksi ) . Nama Penerbit : LovRinz Publishing . Tahun Terbit : Copyright © 2015, by SuEff Idris. . Tahun Cetak : Cetakan Pertama Februari 2015 . Jumlah Halaman : Viii + 298 Halaman. . Jenis Kertas : Book Paper . ISBN         : 978-602-72035-4-9 . Harga Buku : Rp. 59.000 . .  “Apakah cinta? Cinta barangkali memang bukan untuk dijelaskan, tapi dibiarkan mengalir apa adanya. Seperti dalam novel Saujana Hati, kisah tentang dua orang yang saling mencintai, tapi mereka tak saling mengungkapkan perasaan. Suatu saat ketika keduanya bertemu kembali, semua sudah terlambat.” .  Tokoh-tokoh dalam novel ini terbawa arus takdir yang tidak bisa mereka tolak. Beragam persoalan hidup; penyakit kronis yang diderita tokoh “aku”, cinta segitiga yang melibatkan kakak—adik, terkait pada nilai-nilai agama hingga kematian, diramu dalam bahasa yang c...

Buku Antalogi Pertamaku

Bermula hasil dari coba-coba ikutan event kepenulisan di facebook yang diselenggarakan oleh penerbit indie, yakni penerbit asrifa. Aku tertarik ikut karena temanya membahas seputar kisah di kantor. Dan Alhamdulillah cerpenku lolos masuk menjadi bagian dari buku ini. Tulisan cerpenku bersanding dalam buku ini bersama dengan para penulis yang sudah berpengalaman. Setelah bukunya di kirim ke alamat kantor dan dibaca lembar demi lembar ternyata bagus-bagus dan inspiratif isinya. Juga ada tips untuk para karyawan dan bos untuk hubungan keharmonisan dalam kerjasama yang baik. Jika Anda tertarik, bisa menghubungi alamat email saya: ochiemuh18@gmail.com atau alamat facebook: rosi.jumnasari@facebook.com. Karena buku adalah inspirasi dalam kehidupan.