Tatapan matamu yang baru-baru ini kurasakan begitu kunikmati hangat melesap ke lubuk hati. Jauh di sana, denyut nadi itu semakin berdesir deras dengan mulusnya.
Lalu senyuman manis itu tiba-tiba kurasakan aneh menyentil sudut jiwa yang kaku. Jadi bergelombang dan aku bergoyang-goyang diayun ombak samudera lengkung manismu. Padahal sudah lama hidup bersamamu, tapi mengapa rasa ini hadir kembali lebih dari rasa yang kualami dahulu.
Malam ini baru kurasakan api rindu itu menyala tiba-tiba dan hangatkan sepi yang biasanya kulalui saat kau tak ada. Aku sudah terbiasa, kau tak ada. Tapi kali ini berbeda. Rindu yang kehangatannya makin mengalir menuju sendi-sendi tubuhku. Dan mendiami syaraf-syarafku yang tenang. Lesat dan mendadak aku gelisah.
Tiba-tiba kuingin hujan turun deras malam itu. Saat kau belum datang padaku. Kemudian kau segera pulang dan mendatangiku untuk berteduh dari gigilnya hujan malam ini. Hingga rindu terobati meski kehadiranmu itu biasa terjadi. Tapi ini lain, entahlah. Kurasakan getaran saat dirimu datang menghampiri. Apakah jatuh cinta lagi? Bisakah kita jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Pada kamu yang memang selalu bersamaku.
Pipiku merona jambu, dan menginginkan satu tatapan indahmu untuk satu malam penuh saja bersamaku. Rindu itu siapa tahu reda dengan sendirinya. Atau bertambah menggebu dan bergumpal serupa es kepal yang renyah dan manis legit.
Kudengar ketukan pintu kamar dari luar. Gugup menyertaiku. Bersiap-siap merapikan diri sambil bercermin.
Pasti itu kamu yang pulang. Hujan benar-benar turun bersama hawa dingin yang sejuk. Dadaku bergejolak saat mendekati pintu. Kubuka pelan. Dan kudapati dirimu yang separuh basah oleh hujan.
Aroma hujan dan cinta menelusup di hidungku. Senyum dan tatapanmu menggairahkan. Kututup pintu dan segera memelukmu erat sebelum kau pergi lagi.
#TulisanKecil... tulisan yang serupa latihan jemari. Agar selalu bisa menulis. Latihan kecil dan belajar untuk romantis. 😘😘
MyRoom-Rosi. 22-Juli-2018
Komentar
Posting Komentar