Langsung ke konten utama

Postingan

Tak Pernah Terbayangkan.

Saat mengikuti event BoLin (Boneka Lilin) Penerbit Harfeey, aku merasa pesimis akan masuk dalam nominasi. Apalagi penerbitan ini sangat bergengsi dan punya citra yang bagus, walau masih dalam penerbitan indie belum mayor. Langsung saja aku mengikuti dua kategori dalam event menulis yang diselenggarakan oleh Penerbit Harfeey Boneka Lilin. Kategori pertama dengan tema cerita yang menarik menurutku: Hujan Bercerita. Di sana kucoba mengembangkan ide cerita yang jumlah kapasitas halamannya dibatasi maximal 3 hal. Kategori yang kedua yakni FTS, kisah nyata dengan tema : "Read My Story about My Passion. Menceritakan tentang kepribadian kita dan semua lika likunya dalam 3 halaman, tidak boleh lebih. karena sudah ada ketentuannya. Dan Alhamdulillah dari 673 naskah peserta event yang masuk, yakni 458 naskah kategori Hujan Bercerita, hanya 215 naskah yang lolos dan naskahku lolos nominasi juga dibukukan dalam buku Antalogi bersama dengan karya teman-teman lainnya yang lolos. Untuk...

3 Buku Antalogi Dalam Satu Event.

Alhamdulillah, event di Penerbit Asrifa ada kembali, yakni Event 4 in 1, dengan tema Syukur. Di event tersebut, aku mendapatkan infonya seminggu lagi setelah DL. Berusaha untuk mencobanya kembali dengan mengikuti FTS , FF dan Puisi. Sebenarnya ada 4 jenis dalam event itu, yakni: FTS, FF, Puisi dan Dongeng anak, dengan tema yang sama tentang Syukur. Lalu mencoba membuat tulisan dengan tema itu, tetapi aku tidak mengikut sertakan jenis yang ke -4, yakni Dongeng anak. Karena terbentur DL, yang membuat tulisan fiksi harus di edit berkali-kali. Jadi hanya ikut 3 jenis saja, yakni FTS, FF dan Puisi dan ketiga tulisanku lolos nominasi dan masuk dalam 3 buku antalogi bersama tulisan teman-teman lainnya. Semoga bisa menjadi jembatanku untuk melebarkan kesenangan menulis ini keberbagai media cetak lainnya. Bisa pesan ketiga buku istimewa ini, yang di dalamnya terdapat kisah-kisah dan renungan tentang rasa syukur kepada Allah.swt, dari berbagai karya teman-teman pecinta menulis. Dan mere...

Buku Antalogi Pertamaku

Bermula hasil dari coba-coba ikutan event kepenulisan di facebook yang diselenggarakan oleh penerbit indie, yakni penerbit asrifa. Aku tertarik ikut karena temanya membahas seputar kisah di kantor. Dan Alhamdulillah cerpenku lolos masuk menjadi bagian dari buku ini. Tulisan cerpenku bersanding dalam buku ini bersama dengan para penulis yang sudah berpengalaman. Setelah bukunya di kirim ke alamat kantor dan dibaca lembar demi lembar ternyata bagus-bagus dan inspiratif isinya. Juga ada tips untuk para karyawan dan bos untuk hubungan keharmonisan dalam kerjasama yang baik. Jika Anda tertarik, bisa menghubungi alamat email saya: ochiemuh18@gmail.com atau alamat facebook: rosi.jumnasari@facebook.com. Karena buku adalah inspirasi dalam kehidupan.

Melajulah Penaku

Ini adalah gambar dari cover buku antalogi puisi, dan tulisan puisiku ada didalamnya. Pertama ikut event ini, rasanya sedikit pesimis untuk bisa masuk kontributor. Kalau menang sih ngarep banget, cuma masih melihat sisi kemampuan yang belum ada apa-apanya. Ternyata Alhamdulillah masuk juga dalam kontributor. Padahal ini sekedar keisenganku saja, karena melihat tema event tersebut sangat menarik. Yang menang puisinya pasti sangatlah bagus dan menjiwai.Bersyukur lagi karena tulisan puisiku dihargai dengan dimasukkannya ke dalam buku ini oleh penerbitan indie. Awal mula aku ikut event saat ada event puisi, dari sanalah tertarik untuk ikutan event menulis puisi yang diselenggarakan penerbitan indie di facebook, sayangnya event puisi pertama tidak masuk kontributor. Informasinya sering kudapat dari teman-teman sesama pecinta menulis dan teman-teman di grup kepenulisan. Alhamdulillah, gabung di grup kepenulisan di facebook memberikan manfaat dan peluang besar bagiku. So sweet bange...

#Event_Romantis#

Subtema: Cinta Terpendam. Judul: MENCINTAIMU… Oleh: Rosi.Ochiemuh. ================================================================ Rasanya perasaan ini tidak bisa ku utarakan dengan kata-kata. Lelaki yang tadinya hanya sekedar teman berbagi cerita, kisah, canda dan tawa. Kini memberikan arti yang terdalam dalam hidupku. Candamu bagaikan penawar luka yang memberikan semangat untuk membuka cinta kembali, warnai hatiku bagaikan pelangi memberikan ceria. Namanya Muhammad, diambil dari nama Rasulullah.Saw. Memberikan makna yang banyak dan terpuji. Semoga akhlakmu sama seperti nama yang diberikan orangtuamu itu. Gumamku dalam hati. Pertemuan yang tak terduga denganmu menjadikan sebuah kehangatan silaturahmi. Berbagi kisah yang sama, saat kau dan aku pernah mengalami disakiti oleh cinta yang teramat dalam, rindu yang gila dan putus harapan. Sayang, senyummu bagaikan gelombang ombak   yang tenang… dan bahasa kalbumu seperti nyanyian menentra...

Puisi (Rosi)

Teratai Menunggu Cerah Ungu menyapa pagi dalam dedauan sepi Hijau menebar pesona mengambang diantara jernihnya tertiup angin kesana kemari Merekah mempesona seakan menanti Datangnya sinar cerah sang mentari Senyum ditampilkan mekar dan indah Menari tertiup angin begitu megah Cantikmu wahai jelita ungu putihmu menebar suci baik hati Diantara dedauan dirimu tegak berdiri Seolah tegar menghadap langit biru Akh.. Seperti itukah gadis-gadis Sedang mekar-mekarnya dibalut ceria Seolah menunggu, dipetik dan dihias' Oleh para jumawa jejaka yang rindu si Jelita. (Cikarang,14-Oktober-2014, Rosi.Ochiemuh)

Air Yang Apa Adanya, Tapi Penting.

           Hujan turun dengan derasnya, ibu dan kedua adikku segera mengeluarkan tiga buah ember untuk menandahkan air, yang keluar dari pancuran di atas genting. “Rani! Nanti tolong kamu menggotong ember yang sudah penuh. Pindahkan ke bak dalam kamar mandi ya.” “Kok kita menadah air hujan terus sih Bu? Tetangga saja tidak ada yang seperti kita.” Gerutu Rani mengeluhkan suruhan ibunya. “Kalau mengharapkan listrik menyala, kapan kita akan bisa melakukan kerjaan rumah? Hanya karena listrik padam.” Sergah ibu sambil sibuk juga menadah air hujan. Memang sudah hampir tiga hari ini, listrik padam. Air yang kami pakai biasanya keluar dari pompa air, karena dengan setruman listrik jadinya pompa ikut tidak menyala. Praktis air tidak bisa didapat, dan sudah beberapa kali kami meminta air pada tetangga seberang yang punya sumur air. Menimba, mengisi lalu mengangkut ember berisi air itu ke rumah, dengan jarak yang lumayan jauh. ...