Langsung ke konten utama

3 Buku Antalogi Dalam Satu Event.

Alhamdulillah, event di Penerbit Asrifa ada kembali, yakni Event 4 in 1, dengan tema Syukur. Di event tersebut, aku mendapatkan infonya seminggu lagi setelah DL. Berusaha untuk mencobanya kembali dengan mengikuti FTS , FF dan Puisi. Sebenarnya ada 4 jenis dalam event itu, yakni: FTS, FF, Puisi dan Dongeng anak, dengan tema yang sama tentang Syukur.

Lalu mencoba membuat tulisan dengan tema itu, tetapi aku tidak mengikut sertakan jenis yang ke -4, yakni Dongeng anak. Karena terbentur DL, yang membuat tulisan fiksi harus di edit berkali-kali. Jadi hanya ikut 3 jenis saja, yakni FTS, FF dan Puisi dan ketiga tulisanku lolos nominasi dan masuk dalam 3 buku antalogi bersama tulisan teman-teman lainnya. Semoga bisa menjadi jembatanku untuk melebarkan kesenangan menulis ini keberbagai media cetak lainnya.

Bisa pesan ketiga buku istimewa ini, yang di dalamnya terdapat kisah-kisah dan renungan tentang rasa syukur kepada Allah.swt, dari berbagai karya teman-teman pecinta menulis. Dan mereka adalah orang-orang yang sudah berpengalaman dalam dunia literasi. Buku tersebut berupa:

*Buku Antalogi Puisi 99 Cahaya, yakni kumpulan puisi-puisi yang menyajikan lautan syukur. Membaca kumpulan puisi-puisi tentang syukur ini memberikan oease dalam hati dan pikiran tentang keberadaan Allah.Swt dan keutamaan kita bersyukur.

*Buku Antalogi Keajaiban Bersyukur. Yakni kumpulan cerita mini dan renungan, karya dari para penulis tentang rasa syukur dan sebesar apa rasa syukur itu yang kita rasakan dalam kehidupan.

*Buku Antalogi: Dan Semesta pun Bertasbih.
Yakni: Kumpulan cerita mini yang inspiratif juga tulisan renungan tentang rasa syukur. Sebesar apakah rasa syukur kita pada Allah.Swt, dan berupa apakah rasa syukur yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua ada dalam buku ini, memberikan pencerahan, motivasi dan renungan. Semoga bermanfaat.
Bisa menghubungi alamat email saya: ochiemuh18@gmail.com, atau facebook: rosi.jumnasari@facebook.com.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK ( Cerpen-Rosi Ochiemuh )

** Diterbitkan pertama kali oleh : Majalah SIMALABA.net. Semarak Malam Minggu. Edisi Redaksi No.21. Sabtu, 02-Juni-2018. Tubuhku terpental masuk ke tempat bernuansa hijau. Hijau kelabu, hijau pastel, hijau muda, hijau terang, hijau daun, hijau lumut. Retinaku sakit sekali. Aku belum pernah ke tempat aneh ini. Tempat anomali di hadapanku orang-orang kulitnya seputih susu. Kendaraan mereka bukan dari mesin kaleng. Aku berpikir ini bukan bumi. Mereka lirik aku yang kebingungan. Kedua alis dan kening mereka berkerut seolah aku makhluk aneh di tempat ini. Kulitku sawo matang, rambut keriting hitam, mata bundar, hidung bulat, tinggi satu setengah meter. Mereka semua lebih pendek dariku. Mungkin setengah meter tingginya. Rambut mereka keperakan, hidung mancung, pupil mata hijau, jari-jari tangan lentik, kakinya jenjang, sepertinya mereka tidak berjenis kelamin karena postur mereka semua sama. Satu per satu mendekat, aku tidak bisa melihat keadaan. Mereka berkerumun, aku terduduk...

Namanya Arang (Cerpen Rosi Ochiemuh)

Cerpen ini dibuat dengan judul : Arang yang tak diharapkan. Kemudian direvisi dan judulnya saya ganti, lalu dishare diblog pribadi ini. Ang , panggilannya dari kepanjangan namanya—Arang. Entah mengapa kakeknya memberi nama itu. Tanpa nama belakang misalkan nama ayah, kakek atau ibu seperti nama temannya di sekolah. Hanya satu kata itu; Arang. Warna kulit yang bertolak belakang dengan makna namanya. Kulitnya seputih batu pualam, wajah tampan, bermata sipit indah, rambut hitam lebat, dan dua bola matanya kecokelatan. Semua orang berkata bahwa Arang anak laki-laki yang menarik. Kelak, saat dewasa banyak perempuan yang tertarik.  “Untuk apa kamu bertanya terus. Ibumu menitipkan kamu pada kami. Meski begitu akhir hidupnya, Nenek selalu sayang kamu dan ibumu,” ujar neneknya waktu itu saat pemuda itu selalu mendesak dengan pertanyaan. *** Arang, lelaki yang kuat. Bahkan kekuatan fisiknya terpancar sejak usia delapan tahun. Tubuhnya paling bongsor di antara anak-anak lain...

[CERPEN] "MATA-MATA HITAM" : Karya; Rosi Ochiemuh.

( Dimuat di Koran Harian Amanah, Edisi Hari Sabtu, 15-Oktober-2016)  Mata-mata hitam kecil bermunculan dari irisan daging sapi tanpa tulang yang baru akan diirisnya. Yatmo membelalak histeris dengan penampakan itu. Merasa ada yang ganjil dengan daging yang akan diolahnya, segera dia memanggil Keken—istrinya yang sedang menyusui bayi mereka di kamar.             “Bu! Kamu harus lihat. Daging ini aneh, bermata hitam, hidup, banyak sekali!” teriak Yatmo panik.             “Apa sih, Pak? Daging itu biasa saja, nggak ada mata atau apa pun,” jawab Keken memeriksa irisan daging dengan teliti. Yatmo mengucek mata lagi. Namun daging itu masih bermunculan mata-mata kecil. Seperti mata manusia bentuknya namun berukuran kecil, hitam dan berkedip-kedip. Yatmo makin ketakutan lantas pergi meninggalkan dapurnya. Keken terbengong dengan tingkah suaminya.    ...