Sekarang di tahun 2013 ini, semua kebutuhan pangan, sandang
begitu mahal. Kebutuhan hidup begitu mahal di Indonesia. Kesehatan dan
pendidikan pun Mahal. Sementara lapangan kerja di dominisasi oleh wanita, dan
para pria begitu susahnya untuk menjadi pekerja tetap, baik di instansi
industry maupun yang lain. Kecuali bila si pria punya pendidikan tinggi.
Seperti Sarjana atau Insinyur. Kalau Cuma sampai pada pendidikan Sekolah
Menengah Atas, atau Sekolah Menengah Kejuruan, itu jarang sekali mendapat
pekerjaan yang layak. Apalagi jika pria sudah berumur diatas 25 tahun, lebih
sulit lagi mendapatkan pekerjaan.
Di usia dewasa tersebut, pria rata-rata sudah beristeri dan
punya anak atau sudah berkeluarga. Maka jika ada pemutusan hubungan kerja di
usia tersebut, memulai untuk mencari kerjaan banyak kendalanya di Negaraku
Indonesia ini, apalagi di kota-kota Metropolitan yang mengutamakan
Industri-Industri, Maka banyaklah pengangguran di Negara ini khususnya para
Pria. Dan tidak bisa kita menyalahkan objek pria yang menganggur, karena memang
kenyataan di luar sana begitu. Lapangan pekerjaan untuk pria berusia 25 tahun keatas
itu sedikit. Apalagi untuk menjadi pekerja tetap. Jauh lebih sulit. Adapun
pekerjaan yang mudah dan gampang dengan membayar ke sebuah yayasan pencari
kerja dengan biaya yang tidak sedikit. Sekitar 1 juta sampai ada yang berani
bayar 2 juta setengah.
Pekerjaan seperti Kuli bangunan, proyek dan limbah mudah
didapatkan para pria di usia tersebut yang masih produktif. Tetapi lagi-lagi,
penghasilan tersebut tidak tetap dan hanya bisa mencukupi kebutuhan
sehari-hari. Bila ada anaknya yang sekolah, kemungkinan pas-pasan untuk
membayar uang sekolah. Itu masalahnya. Maka para Ibu Rumah-tangga bekerja
diluar rumah membantu suaminya untuk mencukupi kebutuhan Rumah-tangga. Peran
wanita di saat sekarang tidak lagi dipandang sebelah mata. Wanita bekerja
dengan semua alasan diatas juga dan memang semakin bertambah tahun semakin
bertambah kerasnya kehidupan dan mahalnya kebutuhan hidup di Indonesia ini,
sejak Reformasi tahun 1998 yang lalu. Kalau Cuma untuk memikirkan makan
sehari-hari cukuplah. Tetapi bagaimana dengan pendidikan dan kesehatan
anak-anak mereka? apakah anak-anak mereka tidak disekolahkan?.. kami semua
ingin anak-anak kami bersekolah, mengenyam pendidikan yang baik dan tinggi,
hingga anak-anak kami masa depannya lebih baik dari kedua orangtuanya. Itu
adalah salah satu perkataan seorang ibu rumahtangga yang mencari nafkah,
bekerja diluar rumah.
Pemerintah seharusnya memikirkan hal-hal kecil seperti ini untuk rakyatnya yang kecil. Bagaimana caranya masyarakat khususnya orang kecil seperti kami dapat perhatian dari pemerintah. Lapangan kerja seharusnya dibuka seluas-luasnya untuk semua lapisan masyarakat, dan disejahterakan kehidupannya. Hingga pengangguran sedikit berkurang di tanah air ini. Pelanggaran HAM, kriminalitas, Narkoba dan perbuatan Asusila tidak akan banyak terjadi di Indonesia ini. Karena Efek dari pengangguran yaitu, tidak adanya Aktifitas yang positif dalam diri seseorang, hingga membuat dia berbuat hal-hal yang negatif. Serta pengangguran juga membawa seseorang untuk melakukan tindakan kriminal seperti mencuri,merampok, karena masalah ekonomi.
Dan bagi para pemuda dan pemudi yang menganggur, bisa jadi mereka
tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya. Saat mereka tidak mengenyam
pendidikan yang layak maka, penjerumusan ke sesuatu yang negatif itu lebih
dekat. Mereka berkelompok menjadi Geng, istilah kelompok untuk anak-anak muda,
lalu mudah dipengaruhi dan diajak ke-hal yang negative dan merugikan mereka.
Juga Narkoba, pelecehan seksual bisa terus terjadi dikalangan anak bangsa kita.
Karena semua berakar dari sebuah masalah yakni ekonomi. Tidak adanya
Penghasilan dan kebutuhan semua makin mahal!.
Bisa terjadi stress di dalam keluarga, dan bisa terjadi
kepanikan dan ketakutan akan menghadapi masa depan. Semua tidak akan terjadi
jika Masyarakat dibentengi dengan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan yang
Maha Esa. Tetapi Kekuasan disebuah negeri juga berperan penting dalam peradaban
masyarakatnya dan kemajuan negaranya. Maka Pemerintah di Negara ini
punya Kewajiban Besar didalam kehidupan masyrakatnya. Terutama
Pemimpin negaranya. Pengangguran yang tinggi di sebuah Negara akan memberi
dampak Kriminalitas tinggi dinegaranya. Semuapun telah tahu itu.
Pemerintah juga punya kewajiban melindungi semua wanita-wanita
yang ada dinegaranya dan memberikan pendidikan-pendidikan yang lebih baik.
Karena tanpa wanita-wanita yang baik dan berkualitas moralnya, anak-anak bangsanya
tidak akan memiliki semangat untuk memajukan Bangsa. Dan sebenarnya Tugas
Wanita itu yang berada dibelakang layar. Untuk mencetak generasi Bangsa yang
Berakhlakul karimah, berkualitas dimata dunia dan memajukan bangsanya lebih
bermartabat. Sehingga tidak ada lagi wanita yang terpaksa meninggalkan rumah
untuk bekerja mencari nafkah membantu keluarganya. Yang dilakukan wanita adalah
berkarier dan berkarya untuk Negara ini dan mendidik putera dan puterinya
menjadi manusia yang berkualitas akhlak yang baik dan berguna untuk Bangsanya.
( cikarang Bekasi oleh
: Rosi Jumnasari ).21-APRIL-2013, my insipiration.
Komentar
Posting Komentar