Pada langit yang tidak kunjung memuai
Meneteskan titik permata di tanah kerontang
menadah pandangan buram yang lalai
keruh melepuh tiada cemerlang
Kadang sinar mentari menohok garang
silaunya membutakan
terangnya menyilaukan
hingga berapi-api berubah arang
Dia, mereka, bagai safana
datang menabur bubuk kemarau
menciptakan kekeringan, tiap langkahnya
entahlah, mungkin cuma nuraniku
Kini langit semakin gersang
mentari semakin menantang
tanah pertiwi makin kerontang
tiada setetes mata air kasih sayang
dan nuaranipun menghilang
melanglang
mencari tempat tak berpenghalang..
Cibitung, 15-Maret-2015, Rosi Ochiemuh.
Meneteskan titik permata di tanah kerontang
menadah pandangan buram yang lalai
keruh melepuh tiada cemerlang
Kadang sinar mentari menohok garang
silaunya membutakan
terangnya menyilaukan
hingga berapi-api berubah arang
Dia, mereka, bagai safana
datang menabur bubuk kemarau
menciptakan kekeringan, tiap langkahnya
entahlah, mungkin cuma nuraniku
Kini langit semakin gersang
mentari semakin menantang
tanah pertiwi makin kerontang
tiada setetes mata air kasih sayang
dan nuaranipun menghilang
melanglang
mencari tempat tak berpenghalang..
Cibitung, 15-Maret-2015, Rosi Ochiemuh.
Komentar
Posting Komentar