Langsung ke konten utama

Postingan

Cerpen: Peristiwa ganjil malam itu

Peristiwa ganjil malam itu Oleh : Rosi Ochiemuh. Sungai Musi yang berada di Kota Palembang, provinsi Sumatera Selatan. Penuh dengan berbagai aktifitas warganya berdagang dan lain-lain. Di pinggiran sungai Musi banyak rumah-rumah apung dinamakan rumah Raki t, terbuat dari bilahan bambu beserta jalanan tapaknya, namun di bantaran sungai Musi itu juga banyak kisah misteri tentang hantu air atau mereka bilang ‘hantu banyu’ dan ‘siluman buaya putih, ’ mereka sejenis makhluk jadi-jadian atau siluman yang sudah lama mendiami sungai Musi berabad-abad tahun yang lalu. Antara percaya atau tidak, tapi kenyataanya banyak warga yang sering melihat kejadian dan juga pernah ada korban dari keheningan sungai Musi. Berikut kisahnya. Disuatu perkampungan rumah rakit di pinggiran sungai Musi yang banyak rawa-rawa. Malam itu begitu dingin, Safrudin sedang menjala mencari ikan dekat rumah rakitnya, walau gelap tetapi disamping kanan kirinya begitu banyak perahu getek yang berlalu lalang. Pe...

Cerpen 5: Kado Terindah

Kado Terindah. Malam yang indah dimana saat esok akan ada keajaiban gumam gadis ini dalam hatinya penuh harapan. Sang Bunda sedang menyiapkan makan malam di sudut ruang makan yang kecil. Sementara Bapak sedang asyik menonton televisi siaran tunda sepakbola. Ira sedari tadi di dalam kamarnya, ia selalu mengamati gambar sebuah gelang emas bermata batu merah yang indah dimajalah remaja yang sudah setahun yang lalu dibelinya. Gambar iklan di majalah itu sangat mengganggu pikirannya, Ia berharap suatu saat bisa memilikinya dan mendapatkannya saat hari ulang tahunnya yang ke tujuh belas tahun.   “ Ira, Bapak, makan malam sudah siap, ayo semua makan dulu.” Tiba-tiba sang Bunda mengetuk kamarnya dan memanggil Bapaknya juga yang sedari tadi di ruang tamu menonton televisi. Ira, Bunda dan Bapaknya berkumpul dimeja makan. Tradisi makan malam selalu tidak pernah mereka lewatkan. Mereka berkumpul agar kehangatan dan komunikasi keluarga selalu terjalin. Bahkan meski keluarga kecil...

Fiksimini: Ngabuburit yang Pudar

Ngabuburit yang Pudar Oleh:Rosi.Ochiemuh Pemandangan sungai Musi, indahnya. Aku dan Ely ngabuburit bareng di bawah jembatan Ampera menikmati pemandangan sungai Musi di Benteng Kuto Besak ini. Kilauan airnya dari pantulan sinar matahari sore, angin sepoi-sepoi semilir menambah suasana indah. Beberapa lapak kafe berjejer menjual berbagai makanan khas Palembang. Hmmm aroma makanan begitu meruak ramai di hidungku. Ely dan aku memilih tempat makan dekat dengan sungai, riak airnya menambah pemandangan indah di mata. Sambil menunggu pesanan dan menunggu adzan magrib datang. Tiba-tiba, ada cowok-cowok berwajah Arabian menghampiri, duduk di bangku sebelah kami. Dan…. “Rosi bangun! Udah mau maghrib, ini sudah jam enam!” Tiba-tiba teriakan di telingaku begitu keras. Mataku terbelalak melihat pemandangan di sekelilingku. “Kok kita di rumah Ely?” tanyaku bingung. “Kita masih di kontrakan! Bangun, tiga menit lagi mau buka. Mimpi lu ya?” Aku melamun sendiri, bengong. Aku ...